Ahad 11 Jan 2026 21:30 WIB

Menteri PU: Air Bersih Jadi Prioritas Utama Pemulihan di Aceh

Sumur bor ini menjadi solusi tanggap darurat atas kesulitan air bersih warga.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: A.Syalaby Ichsan
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo di Posko Bencana Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2025).
Foto: BPMI Setpres
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo di Posko Bencana Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkap pemulihan layanan dasar pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang membuahkan hasil. Melalui pembangunan sumur bor di 24 titik, akses air bersih yang sempat terganggu secara bertahap mulai pulih dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

Salah satu lokasi yang telah beroperasi dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat adalah sumur bor di Masjid Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed. Sumur bor ini memiliki kedalaman 82 meter ini mulai beroperasi untuk menyediakan air bersih guna memenuhi kebutuhan ibadah sekaligus keperluan air bersih harian bagi warga sekitar.

Baca Juga

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan penyediaan air bersih merupakan salah satu prioritas utama dalam penanganan pascabencana karena berkaitan langsung dengan kesehatan, kenyamanan, serta keberlangsungan aktivitas sosial masyarakat.

“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, terutama air bersih. Fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara harus segera berfungsi normal agar warga bisa kembali beraktivitas dengan aman dan layak,” kata Dody dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (11/1/2025).

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Bagi masyarakat, kehadiran sumur bor ini menjadi solusi tanggap darurat atas kesulitan air bersih yang selama ini dialami pascabencana. Aktivitas wudhu, kebersihan masjid, hingga kebutuhan rumah tangga warga kini dapat kembali berjalan normal.

Salah satu warga Manyak Payed, Aisyah Rahmi mengungkapkan rasa syukur atas berfungsinya sumur bor tersebut. Sejak bencana, warga merasa sangat kesulitan air bersih.

"Alhamdulillah sekarang air sudah mengalir lancar. Jamaah bisa beribadah dengan tenang, warga sekitar juga ikut merasakan manfaatnya, tidak perlu antre lagi. Kami berharap sumur ini terus dijaga dan berfungsi lama karena sangat membantu kami,”ucap Aisyah Rahmi. 

 

photo
Warga melintas di depan pusat pasar tradisional kecamatan Bandar Pusaka yang rusak parah akibat banjir bandang di Desa Babo, Aceh Tamiang, Aceh, Ahad (11/1/2026). - (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement