Ahad 11 Jan 2026 07:56 WIB

Aceh Jadi Pusat Posko Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatera

Posko induk disiapkan sebagai pusat kendali percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Sejumlah warga melintasi jembatan bailey beutong ateuh banggalang yang baru selesai dibangun di Desa Blang Beurandeh, Nagan Raya, Aceh, Sabtu (10/1/2026). Kementerian Pekerjaan Umum bersama TNI AD menyelesaikan pembangunan Jembatan Bailey yang menghubungkan Kabupaten Nagan Raya dengan Kabupaten Aceh Tengah sehingga akses transportasi kembali tersambung dan memulihkan ekonomi daerah terdampak bencana.
Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Sejumlah warga melintasi jembatan bailey beutong ateuh banggalang yang baru selesai dibangun di Desa Blang Beurandeh, Nagan Raya, Aceh, Sabtu (10/1/2026). Kementerian Pekerjaan Umum bersama TNI AD menyelesaikan pembangunan Jembatan Bailey yang menghubungkan Kabupaten Nagan Raya dengan Kabupaten Aceh Tengah sehingga akses transportasi kembali tersambung dan memulihkan ekonomi daerah terdampak bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Pemerintah pusat melalui Satuan Tugas (Satgas) Nasional Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana secara resmi akan membuka Posko Induk di Banda Aceh. Pemilihan Aceh sebagai lokasi posko utama dilakukan karena Aceh menjadi wilayah terdampak paling parah dalam bencana yang melanda Aceh, selain Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Pembentukan Satgas Nasional tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah percepatan pemulihan wilayah terdampak. Prabowo menunjuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas, didampingi Wakil Ketua Satgas Richard Tampubolon, serta dewan pengarah yang diketuai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Baca Juga

Sejalan dengan pembukaan posko, Tito memimpin rapat perdana Satgas Nasional secara hybrid pada Kamis (8/1/2026) bersama Menko PMK, Menteri PU, Seskab, dan Wakil Ketua Satgas, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, serta para sekretaris jenderal kementerian/lembaga terkait. Rapat tersebut menjadi langkah awal penguatan koordinasi lintas sektor dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA mengatakan telah melakukan standby force dan pendampingan intensif di wilayah Sumatera sejak awal masa tanggap darurat.

“Kehadiran Posko Induk di Banda Aceh diharapkan menjadi pusat kendali terpadu untuk memastikan seluruh tahapan pemulihan berjalan terarah, terkoordinasi, dan tepat sasaran,” kata Safrizal dalam keterangan, Ahad (11/1/2026).

Ia telah ditugaskan oleh Tito di Aceh dan Sumatera Utara sejak 27 November 2025 hingga kini. Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan penunjukan Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Satgas didasarkan pada luasnya wilayah terdampak yang mencakup tiga provinsi. Dalam kapasitasnya sebagai Mendagri, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai dapat dilakukan secara lebih efektif dan menyeluruh.

Terkait target kerja, pemerintah menegaskan Satgas akan bekerja secepat-cepatnya sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Prioritas utama difokuskan pada percepatan pembangunan hunian layak bagi masyarakat terdampak yang saat ini masih berada di pengungsian.

Sedangkan penanganan rumah rusak ringan dan sedang melalui skema kompensasi agar warga dapat segera kembali ke tempat tinggal masing-masing.

“Selain yang sifatnya fisik, posko induk diharapkan menjadi kanal utama untuk komunikasi publik, terutama kemajuan atas kerja yang telah dilakukan pemerintah dengan melibatkan secara masif rekan-rekan media, baik nasional maupun lokal, termasuk optimalisasi ruang media sosial,” kata Safrizal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement