Selasa 06 Jan 2026 06:54 WIB

Prabowo Ungkap Program MBG Dinikmati 55 Juta Orang per 5 Januari 2026

Presiden Brasil menyampaikan, mereka mencapai 40 juta penerima dalam 11 tahun.

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Natal Nasional Tahun 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026) malam WIB.
Foto: BPMI Setpres
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Natal Nasional Tahun 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026) malam WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 55 juta orang per 5 Januari 2026. Torehan itu merupakan setahun sejak program prioritas pemerintah itu diluncurkan pada 6 Januari 2025.

Prabowo menganggap, capaian itu sebagai prestasi. Hal itu mengingat Brasil butuh waktu sampai 11 tahun untuk dapat menyalurkan makan siang gratis (PNAE) kepada 40 juta anak-anak sekolah.

Baca Juga

"Hari ini sudah 55 juta penerima manfaat (di) Indonesia, berarti itu sama dengan memberi makan delapan kali (warga) Singapura. Tiap hari, kita beri makan 55 juta (orang) saudara-saudara. Presiden Brasil menyampaikan ke saya, mereka mencapai 40 juta (penerima) dalam 11 tahun. Kita, 55 juta dalam satu tahun, karena kita mulai 6 Januari 2025. Hari ini 5 Januari 2026," kata Prabowo dalam pidatonya saat Perayaan Natal Nasional Tahun 2025 Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026) malam WIB.

RI 1 pun menceritakan apresiasi yang diberikan berbagai pihak kepada program MBG Indonesia, termasuk dari lembaga riset ternama asal AS, Rockefeller Institute. Ahli-ahli dari Rockefeller Institute, kat Prabowo, sengaja datang ke Indonesia untuk melihat langsung pelaksanaan MBG di sekolah-sekolah.

"Rockefeller Institute datang ke Indonesia lihat kita punya proyek (MBG) dan menyampaikan kepada saya di Istana Merdeka. Ahli dari Rockefeller Institute, dia mengatakan: Ini adalah investasi Anda yang terbaik," kata Prabowo.

Ahli dari Rockefeller Institute itu kemudian menyampaikan kepada Prabowo, uang yang diinvestasikan dalam program MBG dapat menghasilkan pelipatan ekonomi (multiplier effect) hingga 5-35 kali. Meski begitu, ia menekankan, program MBG adalah bentuk kepedulian negara kepada yang lemah.

"Ini mereka yang bicara. Saya tidak mengejar itu. Saya hanya didorong oleh, tidak sampai hati saya melihat anak-anak Indonesia kurang gizi. Untuk mereka yang kaya, untuk mereka yang sudah mapan, ya tidak penting, tetapi untuk anak-anak di banyak daerah, makan bergizi gratis itu sangat-sangat penting," ujar Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo embali menceritakan pemikirannya mengenai MBG telah muncul dalam waktu yang cukup lama. Kondisi itu terjadi saat ia berkeliling ke daerah-daerah Indonesia, saat pertama kali masuk dalam bursa pilpres beberapa dasawarsa yang lalu.

"Saya datang ke desa-desa, di mana-mana saya lihat anak-anak kecil. Saya tanya: Umurmu berapa? (Anak kecil itu menjawab) 9, 10, 11, tetapi badannya sama dengan anak 4 tahun. Kecil, dia alami kurang gizi, di mana-mana. Dan saya belajar, saya keliling dunia, saya belajar. Saya lihat bagaimana India membantu rakyat miskinnya dengan makan bergizi gratis," ucap Prabowo.

Dia kemudian menyampaikan besaran anggaran yang dialokasikan oleh India untuk makan bergizi gratis pun menempati urutan tiga besar. Adapun urutan pertama alokasi adalah untuk sektor pertahanan.

"Nomor dua atau nomor tiga adalah makan bergizi. Brasil juga sudah melaksanakan makan bergizi 12–13 tahun yang lalu. Sekarang, sudah ada 76 negara melaksanakan makan bergizi," kata Prabowo.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement