Sabtu 08 Aug 2026 22:24 WIB

Bukan untuk Lawan Iran, Ini Tujuan Pakta Pertahanan Turki, Saudi, dan Pakistan Menurut Ankara

Perjanjian ini bertujuan memperkuat keamanan kawasan, pertahanan bersama.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Arab Saudi Muhammad bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, dan Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif di Istana Safa, Makkah, Jumat (7/8/2026).
Foto: Murat Cetinmuhurdar/TCCB via Anadolu
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Arab Saudi Muhammad bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, dan Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif di Istana Safa, Makkah, Jumat (7/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Wakil Presiden Turkiye Cevdet Ymaz pada Sabtu mengatakan bahwa perjanjian pertahanan Turki dengan Arab Saudi dan Pakistan tidak ditujukan untuk melawan Iran ataupun negara lain mana pun.

"Perjanjian Mekkah mengenai pertahanan bersama tidak ditujukan untuk melawan Iran atau negara lain mana pun. Perjanjian ini bertujuan memperkuat keamanan kawasan, pertahanan bersama, dan kemampuan penangkalan," ujar Yilmaz dalam wawancara dengan CNN Turk.

Baca Juga

Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan menandatangani perjanjian pertahanan tersebut pada Jumat (7/8). Menurut surat kabar Turkiye, kesepakatan itu mencakup kerja sama dalam pertukaran intelijen dan koordinasi keamanan kawasan.

Surat kabar tersebut menilai bergabungnya Turki ke dalam kerangka kerja pertahanan strategis antara Arab Saudi dan Pakistan—yang ditandatangani pada tahun 2025—sebagai tonggak sejarah potensial yang dapat mengubah keseimbangan kekuatan di Timur Tengah.

Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah tersebut ditandatangani oleh Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam pertemuan puncak yang berlangsung di Istana Al-Safa.

 

sumber : Antara
Berita Terkait
Berita Lainnya

Rekomendasi