REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengirimkan 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu pemulihan wilayah desa yang terdampak bencana di daerah Aceh. Mereka secara khusus dikirima untuk membantu pemulihan pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara.
Pengiriman personel praja IPDN ke lokasi bencana dilakukan melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang, Banten, Sabtu (3/12/2026), melalui kolaborasi dengan Lion Air Grup. "Hari ini saya sengaja melepas mereka untuk memberikan motivasi kepada mereka dan juga nanti Insya Allah, saya akan ke sana menerima mereka dalam bentuk upacara bersama dengan pemerintah daerah," kata Tito.
Menurut dia, pengiriman ke 1.138 praja IPDN dilakukan secara bertahap. Saat ini, ada 413 personel yang diberangkatkan menuju Medan, dan selanjutnya 414 personel kembali diterjunkan ke Aceh.
"Untuk hari ini 413 personel, besok 414 personel masuk tahap kedua, kemudian tahap ketiga 179 personel. Dan yang sudah ada di lokasi namanya tim advance, sudah 132 personel jadi totalnya 11.138 personel," kata Tito.
Dia mengatakan, dari ribuan personel IPDN ditugaskan untuk membantu pascabencana dengan difokuskan pada daerah yang mengalami dampak paling berat. Mereka secara khusus ditugaskan menjalankan pemerintahan yang tidak berjalan akibat kerusakan parah.
Tito mencatat, terdapat 22 desa yang hilang akibat bencana, dengan rincian 13 desa di Aceh, delapan desa di Sumatera Utara, dan satu desa di Sumatera Barat. Selain itu tercatat sebanyak 1.580 kantor desa di tiga provinsi tersebut terdampak, sehingga pemerintahan desa tidak dapat berfungsi secara normal.
"Hampir seluruh daerah-daerah yang terdampak ada 52 daerah. Di kawasan dan kota di tiga provinsi di Aceh, 18 di Sumatera Utara, kemudian tiga di Sumatera Barat. Sumatera Barat paling cepat recover dan tinggal tiga daerah yang menjadi atensi utama yaitu Agam," kata Tito.
Dia menyebutkan, wilayah Aceh saat ini menjadi dampak terbesar, yakni 1.455 kantor desa terdampak, disusul Sumatera Utara dengan 93 kantor desa terdampak, dan Sumatera Barat sebanyak 32 kantor desa. Kemudian, Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Tamiang menjadi daerah dengan jumlah desa terdampak terbanyak.
"Sebagian besar recover, tinggal ada lima yang perlu kita atensi yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Kota Sibulga, dan untuk Aceh memang yang paling berat terdampak dari 18 kabupaten, 11 sudah jauh membaik, yang tujuh lagi ini memerlukan atensi spesifik untuk dapat dipulihkan mulai dari Aceh-Tamiang, Aceh-Utara, Aceh-Timur, Aceh-Tengah kemudian Gayo Lues," ucap Tito.