REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menutup perjalanan panjang sepanjang 2025, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) memasuki gerbang 2026 dengan energi baru dan tekad yang semakin menguat. Tahun sebelumnya menjadi saksi lahirnya berbagai prestasi monumental baik akademik, kelembagaan, maupun kolaborasi strategis yang mempertegas posisi UBSI sebagai kampus yang terus bertumbuh, dan berkompetisi di tingkat nasional maupun global.
Kini, saat kalender berpindah menuju 2026, UBSI mematok target yang lebih tinggi memperluas capaian prestasi dan memperdalam jejaring kolaborasi internasional. Rektor UBSI, Mochamad Wahyudi menegaskan tahun mendatang tidak hanya menjadi lanjutan dari apa yang telah diraih, tetapi babak baru yang menuntut keberanian lebih besar.
“Kami ingin 2026 menjadi tahun percepatan. Prestasi yang sudah diraih 2025 akan kami jadikan batu pijakan untuk melompat lebih tinggi. UBSI harus hadir sebagai institusi yang aktif bergerak, bukan hanya menunggu peluang, tetapi menciptakannya,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (31/12/2025).
Sepanjang 2025, UBSI meraih berbagai capaian tingkat kelembagaan. Salah satu yang paling membanggakan adalah akreditasi perguruan tinggi peringkat Unggul yang diraih pada 14 Juni 2025, sekaligus menempatkan UBSI pada posisi 216 dari 4.416 perguruan tinggi di Indonesia.
Selain itu, 14 program studi telah menyandang akreditasi Unggul, diikuti sebagian besar prodi lainnya yang terakreditasi Baik Sekali. Keberhasilan ini menjadi landasan kuat UBSI menatap 2026 dengan langkah lebih pasti.
Dari sisi kolaborasi, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menunjukkan penguatan signifikan melalui kerja sama strategis dengan berbagai institusi nasional maupun internasional. Di tingkat nasional, bergandeng tangan dengan mitra seperti Mikrotik Academy, CISCO, Oracle Academy, Zahir, Accurate, Microsoft, Turnitin, PLTI, Kemenkomdig, DJP, BEI, serta perusahaan internasional SeeMeSOL Singapura menjadi bukti bahwa ekosistem pembelajaran di UBSI makin relevan dan siap menghadapi kebutuhan industri.
Sementara pada skala global, UBSI merajut kerja sama dengan lebih dari 15 universitas luar negeri, termasuk SFBU Amerika, Suzhou Vocational University China, Anadolu University Turki, SRM Institute of Science and Technology India, Acharya Institutes India, Pukyong University Korea Selatan, hingga Universiti Teknologi Malaysia. Kolaborasi tersebut meliputi joint research, joint seminar, hingga student exchange yang membuka jalan bagi mahasiswa dan dosen untuk memasuki ruang akademik internasional.
Melihat deretan capaian ini, Wahyudi mengungkapkan kolaborasi internasional bukan sekedar simbol. Ini merupakan pintu bagi mahasiswa maupun dosen untuk melihat dunia, dan bagi dunia untuk melihat kualitas UBSI.
"Tahun 2026 akan menjadi tahun perluasan kerja sama internasional dalam skala yang lebih berani dan berdampak nyata. Kami ingin menghadirkan atmosfer kampus yang lebih dinamis kelas yang lebih interaktif, kolaborasi riset yang lebih luas, dan ruang kreatif yang mampu mendorong mahasiswa berani menciptakan karya berlevel internasional," kata dia.
Rektor menyampaikan harapannya untuk tahun mendatang. “Kami ingin UBSI menjadi rumah bagi generasi yang siap bersaing di tingkat global. Tahun 2026 akan menjadi momentum di mana kami memperkuat inovasi, meraih prestasi baru, dan membangun jejaring internasional yang membuat UBSI berdiri sejajar dengan institusi dunia," kata dia.