Rabu 24 Dec 2025 16:05 WIB

Prabowo: Saya Bicara Kekuatan Asing Diketawai, Saya Gak Peduli

Presiden Prabowo menyaksikan penyerahan uang Rp 6,6 triliun dari Satgas PKH ke negara

Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto menunjukkan uang Rp 13 triliun hasil sitaan kasus CPO di Gedung Utama Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025).
Foto: BPMI Setpres
Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto menunjukkan uang Rp 13 triliun hasil sitaan kasus CPO di Gedung Utama Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto mengibaratkan negara itu seperti badan manusia. Adapun kekayaan yang terkandung di dalamnya layaknya darat dalam tubuh.

"Uang dan segala kekayaan itu ibarat darah, kalau badan manusia tiap hari bocor, bocor, bocor, sekian CC (sentimeter kubik) di ujungnya badan itu kolaps, mati," kata Prabowo di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Rabu (24/12/2025).

Baca Juga

Menurut Prabowo, negara juga sama. "Di ujungnya jika kekayaan kita dirampok, dicuri, laporan palsu, under invoicing, pejabat disogok nyelundup keluar, ke dalam, gimana negara bisa bertahan? Ini yang dikenehdaki beberapa kekuatan," kata Prabowo.

"Kalau saya bicara kekuataan asing saya diketawai. Saya gak peduli saya dipilih, saya dilantik oleh rakyat Indonesia, saya siap mati untuk rakyat Indonesia, Bagi saya mati untuk rakyat kehormatyan bagi saya, saya terima kasih Satgas PKH, saya bangga dengan kalian, kalian yang bekerja," ucap Prabowo melanjutkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement