REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA— PDI Perjuangan se Jawa Timur akan menggelar konferensi daerah (konferda) dan konferensi cabang (konfercab) PDI Perjuangan se-Jawa Timur 20-21 Desember 2025 di Surabaya.
Konferda dan konfercab serentak ini sebagai mekanisme PDI Perjuangan untuk mengakhiri kepengurusan sebelumnya, sekaligus sebagai ruang suksesi untuk memilih kepemimpinan berikutnya.
Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah, mengatakan PDI Perjuangan menggunakan mekanisme demokrasi dua arah, yakni usulan ranting, anak cabang, cabang, dan daerah untuk unsur Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPC dan DPD, dikombinasikan dengan kewenangan DPP PDI Perjuangan untuk memilih dan menentukan Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPC dan DPD, dengan mempertimbangkan kebutuhan strategis partai, dan kebutuhan regenerasi kepemimpinan.
Dia menjelaskan, Konferda dan konfercab PDI Perjuangan Se Jawa Timur juga akan menentukan program strategis partai. Jawa Timur sebagai kawasan strategis.
“Dengan populasi lebih dari 40 juta, dan 70 persen di antaranya di usia produktif, potensi ini harus kita manfaatkan dengan baik, jangan sampai menjadi beban demografi,” kata dia, kepada media di Jakarta, 17/12/2025).
Dia menjelaskan, kunci sukses membangun Jatim ada di pendidikan harus lebih inklusif. Kita tidak boleh berpuas diri, dengan pencapaian angka partisipasi murni SMA di Jatim yang mencapai 96 persen, sebab lulusan SMA belum memiliki skil profesional.
“Anak anak muda kita, dari Gen Z dan Gen Alpha kelak harus bisa terakses dengan pendidikan tinggi, tanpa terbebani uang kuliah yang mahal,” tutur dia.
PDI Perjuangan se Jatim, kata Said, terus mendorong melalui DPRD dan Kepala Daerah bisa memberikan dukungan uang kuliah agar mereka bisa mengenyam pendidikan tinggi, baik melalui APBD, dan kerjasama dengan badan usaha.