Jumat 27 Mar 2026 15:02 WIB

IDF Bertumbangan di Lebanon, Anak Jenderal Israel Tewas

Hizbullah terus memberikan perlawanan sengit terhadao agresi Israel.

Tank Israel beroperasi di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon, dekat Galilea Atas, di Israel utara, 26 Maret 2026. Israel melanjutkan operasi di Lebanon pada awal Maret 2026, menargetkan infrastruktur dan personel Hizbullah.
Foto: EPA/ATEF SAFADI
Tank Israel beroperasi di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon, dekat Galilea Atas, di Israel utara, 26 Maret 2026. Israel melanjutkan operasi di Lebanon pada awal Maret 2026, menargetkan infrastruktur dan personel Hizbullah.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT – Kelompok Hizbullah terus melakukan perlawanan terhadap agresi Israel di selatan Lebanon. Tentara-tentara pasukan penjajah Israel (IDF) satu per satu bertumbangan dalam pertempuran di sana.

The Times of Israel melansir, seorang tentara Israel tewas dan empat lainnya terluka dalam serangan rudal anti-tank Hizbullah di Lebanon selatan, pada Kamis malam. Ini kematian kedua di jajaran militer Israel hari itu.

Baca Juga

Prajurit yang terbunuh  dari Batalyon 77 Brigade Lapis Baja ke-7, dari Yerusalem. Dia adalah tentara keempat yang tewas dalam konflik dengan Hizbullah yang dimulai pada 2 Maret. Saat itu kelompok Hizbullah mulai menembakkan roket dan drone ke Israel untuk membela Iran yang tengah diserang AS-Israel.

Tentara tersebut adalah putra Brigadir Pengawas Keuangan Perusahaan Pertahanan. Jenderal Yair Volansky, yang sebelumnya memimpin Brigade Lapis Baja 401.

Menurut penyelidikan awal IDF, operasi Hizbullah meluncurkan dua rudal anti-tank dari daerah utara Sungai Litani di sektor timur Lebanon selatan, menargetkan tank Merkava Israel. 

Rudal pertama dicegat oleh sistem perlindungan aktif Merkava, sementara rudal kedua menghantam tank, menewaskan Volansky dan melukai anggota awak lainnya, menurut penyelidikan. IDF mengatakan dua perwira dan dua tentara dari Batalyon 77 terluka ringan dalam insiden tersebut.

photo
Tank Israel beroperasi di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon, dekat Galilea Atas, di Israel utara, 26 Maret 2026. Israel melanjutkan operasi di Lebanon pada awal Maret 2026, menargetkan infrastruktur dan personel Hizbullah. - ( EPA/ATEF SAFADI)

Hizbullah sebelumnya mengeklaim mengenai 10 tank Israel dalam operasi tersebut. Dua buldozer Israel juga kena rudal Hizbullah.

Sebelumnya pada hari itu, militer mengatakan seorang tentara IDF tewas semalam dalam baku tembak dengan agen Hizbullah di Lebanon selatan.

Sepanjang Kamis, tembakan Hizbullah terus menghantam Israel, kelompok tersebut meluncurkan lebih dari 100 roket dan menewaskan seorang pria serta melukai serius lainnya di kota Nahariya di utara. Sirene terdengar di kota pelabuhan Haifa pada Kamis malam.

Seorang pria berusia 50-an juga tewas setelah terluka parah dalam serangan roket Hizbullah di kota Nahariya pada hari Kamis, kata layanan penyelamatan. Dewan kota Nahariya mengatakan, warga setempat, Peretz, meninggalkan orang tua, istri, dan empat anaknya.

photo
Tim darurat Israel bekerja di lokasi serangan rudal Iran di daerah perumahan di Tel Aviv, Israel, 24 Maret 2026. - (EPA/ABIR SULTAN)

Menurut polisi, Peretz sedang mengendarai sepedanya saat sirene berbunyi, dan mencoba memasuki tempat perlindungan terdekat tetapi tidak berhasil tepat waktu. Roket tersebut menghantam tempat parkir di luar bangunan tempat tinggal dimana dia dan pria yang terluka parah sedang mencari perlindungan.

Israel telah menanggapi serangan tersebut dengan serangan udara besar-besaran terhadap sasaran Hizbullah dan dengan memperdalam kehadirannya di Lebanon. Media pemerintah Lebanon mengatakan serangan Israel menewaskan sedikitnya lima orang pada Kamis, dua diantaranya dalam serangan terhadap sebuah bangunan di daerah Nabatiyeh di selatan. Sejauh ini lebih seribu warga Lebanon dibunuh Israel dalam serangan ke bagian selatan. Ratusan ribu warga juga dipaksa mengungsi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement