Selasa 16 Dec 2025 18:08 WIB

Tumpukan Sampah Ditutup Terpal, Tangsel Sempat Minta Bantuan Pemkab Tangerang, tapi Belum Disetujui

Pemkab Tangerang telah menerima pengajuan kerja sama dari sejumlah pihak.

Pengendara sepeda motor menutup hidungnya saat melintas di dekat tumpukan sampah di Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (13/12/2025). Sampah yang menumpuk di pinggir jalan tersebut disebabkan adanya penataan gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang sehingga aktivitas angkutan pembuangan sampah di Tangerang Selatan dihentikan sementara.
Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin
Pengendara sepeda motor menutup hidungnya saat melintas di dekat tumpukan sampah di Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (13/12/2025). Sampah yang menumpuk di pinggir jalan tersebut disebabkan adanya penataan gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang sehingga aktivitas angkutan pembuangan sampah di Tangerang Selatan dihentikan sementara.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG -  Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid memastikan tidak ada penerimaan sampah yang dipasok dari wilayah Kota Tangerang Selatan untuk ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk.

Maesyal mengaku selama ini Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten telah menerima beberapa pengajuan untuk menjalani kerja sama dalam pengelolaan sampah.  Namun, ia belum memutuskan penawaran tersebut.

Baca Juga

"Benar, beberapa hari lalu kami juga ditelepon. Intinya oleh seseorang dari Tangsel, namun saya sampaikan kami akan bicarakan dulu dengan semua komponen," ucapnya di Tangerang, Selasa.

Dia menjelaskan alasan untuk tidak menyepakati kerja sama pada pengelolaan sampah bersama Kota Tangsel ini lantaran perlu dilakukan pengkajian mendalam, baik dari sisi lingkungan hingga sosial.

Selain itu, permasalahan sampah ini juga menjadi fokus utama dalam penanganan pemerintahannya. Pasalnya, dari luasan TPA yang dimiliki dengan lahan 33 hektare telah terisi sekitar 2.700 ton sampah.

Hal itu, katanya, menjadi salah satu pertimbangan untuk tidak menerima tambahan pasokan sampah. "Setiap hari kita buang sampah lebih kurang sekitar 2.700 ton. Sekarang masih ada sisa sekitar lebih kurang lima hektare. Timbunannya sudah sampai 10 hektare di TPA Jatiwaringin," ujarnya.

Sebagai komitmen dalam mengatasi permasalahan sampah, pihaknya mematangkan program pembangunan instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang diinisiasi pemerintah pusat. Untuk memastikan hal itu, disiapkan sekitar lima hektare lahan proyek pembangunan PSEL ini.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement