Rabu 10 Dec 2025 21:17 WIB

PBB Tolak Klaim Kepala Staf IDF Soal Garis Kuning Sebagai Batas Baru Wilayah Gaza-Israel

Eyal Zamir menyatakan bahwa "garis kuning mewakili perbatasan baru Jalur Gaza".

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric
Foto: UN Mission
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tegas menolak pernyataan pejabat Israel yang mengeklaim bahwa "garis kuning di Gaza menunjukkan perbatasan baru," menekankan penolakan secara penuh terhadap setiap perubahan perbatasan Gaza dan Israel. Saat konferensi pers Selasa (9/12/2025) malam, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric menanggapi pertanyaan atas pernyataan Kepala Staf Israel, Eyal Zamir, perihal garis kuning di Gaza: "Kami secara tegas menentang segala perubahan di perbatasan Gaza dan Israel".

Dujarric menyebutkan bahwa pernyataan ini bertentangan dengan semangat dan isi rencana perdamaian yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menjelaskan bahwa PBB, ketika mengacu kepada Gaza, bergantung pada perbatasan Gaza dan Israel yang sudah ada, bukan garis kuning.

Baca Juga

Eyal Zamir menyatakan bahwa "garis kuning mewakili perbatasan baru Jalur Gaza", mengeklaim dalam sebuah pernyataan bahwa itu merupakan "garis pertahanan lanjutan untuk permukiman dan garis ofensif".

Garis kuning adalah garis tempat pasukan penjajah mundur sebagai bagian dari implementasi fase pertama rencana Presiden Trump untuk mengakhiri perang di Gaza.

 

sumber : Antara, WAFA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement