Ahad 30 Nov 2025 16:49 WIB

Kementrans Tangani 5 Kawasan Transmigrasi Terdampak Bencana di Aceh

Kementrans menjamin, langkah penanganan dilakukan cepat, terukur, dan terkoordinasi.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Hasanul Rizqa
Menteri Transmigrasi (Mentras) M Iftitah Sulaiman Suryanegara
Foto: Karta Raharja Ucu/ Republika
Menteri Transmigrasi (Mentras) M Iftitah Sulaiman Suryanegara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Transmigrasi (Kementrans) RI mempercepat penanganan banjir yang terjadi pada lima kawasan transmigrasi di Provinsi Aceh. Menurut Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah, pihaknya memastikan upaya itu dilakukan berjenjang sejak laporan pertama diterima.

Lima kawasan transmigrasi terdampak meliputi Harus Muda Jaya (Kabupaten Bireuen), Cot Girek (Kabupaten Aceh Utara), Pintu Rime Gayo (Kabupaten Bener Meriah), Samar Kilang (Kabupaten Bener Meriah), dan Ketapang Nusantara (Kabupaten Aceh Tengah).

Baca Juga

“Sejak tiga hari lalu, saya menerima laporan dari Tim Ekspedisi Patriot mengenai kondisi lima kawasan transmigrasi yang terisolasi. Setiap informasi yang masuk langsung kami tindak lanjuti untuk memastikan intervensi cepat dan tepat,” ujar Mentrans dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada Ahad (30/11/2025).

Pada Rabu (27/11/2025) pagi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI telah menyiapkan pesawat pendukung. Namun, otoritas penerbangan menunda penerbangan karena cuaca ekstrem.

Walau begitu, lanjut Mentrans, pihaknya kemudian dapat bergerak ke Kabupaten Bener Meriah pada Sabtu pagi (29/11/2025) untuk melakukan verifikasi lapangan dan bergerak sebagai tim pendahulu.

Pengiriman logistik dan sekaligus mobilisasi bantuan mengalami pelbagai tantangan di lapangan. Terlebih lagi, akses darat terputus di banyak titik sehingga distribusi logistik membutuhkan fleksibilitas.

“Saya pernah berada di Aceh pascagempa dan tsunami 2004. Namun, bencana kali ini berbeda karena banyak jalan putus dan akses berubah cepat, sehingga strategi logistik harus adaptif,” ujar Mentrans.

Sejak memasuki Bener Meriah, pesawat Caravan pertama berhasil mendarat membawa bantuan. Itu disusul oleh sortie tambahan yang sudah dijadwalkan. Namun, armada itu tidak dapat mendarat akibat kondisi visual yang kembali memburuk.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement