REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah wilayah Jakarta dilaporkan mengalami Kericuhan dalam beberapa hari terakhir. Kericuhan itu dipicu insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob Polda Metro Jaya yang melindas pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21 tahun), hingga meninggal dunia pada Kamis (28/8/2025) malam.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, pihaknya telah bergerak cepat memastikan layanan kesehatan bagi korban terdampak aksi unjuk rasa di sejumlah titik. Ia menegaskan, keselamatan masyarakat dan tenaga kesehatan menjadi prioritas utama dalam penanganan tersebut.
“Kami memastikan pelayanan medis tetap berjalan karena keselamatan petugas dan warga menjadi perhatian bersama,” kata dia di Jakarta, pada Ahad (31/8/2025).
Berdasarkan data Dinkes hingga Ahad pukul 07.00 WIB, tercatat sebanyak 469 orang telah mendapat pelayanan kesehatan imbas kericuhan yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta. Dari total warga terdampak, sebanyak 371 pasien rawat jalan, 97 pasien rawat inap, dan satu orang meninggal dunia.
"Jenis keluhan kesehatan yang paling banyak ditangani antara lain konjungtivitis (198 kasus), luka terbuka atau vulnus (90 kasus), sesak napas atau dyspnea (42 kasus), serta sejumlah trauma fisik, patah tulang, cedera kepala, dan keluhan medis lainnya," ujar Ani.
Ani menambahkan, pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut telah dirujuk ke berbagai rumah sakit di lima wilayah Jakarta, di antaranya RS Hermina Kemayoran, RS Kramat 128, RSAL Mintohardjo, RSPAD Gatot Soebroto, RS POLRI, RSUD Koja, RSUD Budhi Asih, RS Pelni, dan RS Pusat Pertamina. Rujukan juga dilakukan ke sejumlah puskesmas di wilayah terdekat.
Untuk memastikan penanganan cepat, Dinkes juga telah menurunkan 24 unit ambulans, serta tenaga kesehatan yang terdiri dari tujuh dokter, 59 perawat, dan tujuh pengemudi ambulans. Ambulans ditempatkan di titik-titik strategis seperti Senen, Kwitang/Mako Brimob, Tugu Tani, Otista, Pos RSPAD, Pos Karanganyar, Pos Green Pramuka City, Pos Hermina Kemayoran, Pos Islam Cempaka Putih, Halte Petamburan, Slipi, DPR/MPR, Tanjung Priok, GBK (Pintu 10), Polres Jakarta Utara, dan Flyover Slipi.
Menurut dia, seluruh petugas kesehatan telah diminta agar tetap memperhatikan keamanan. Para petugas kesehatan juga telah dilengkapi alat pelindung diri (APD) seperti helm dan kacamata pelindung
"Ini menjadi wujud komitmen kami dalam menjaga pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan memastikan seluruh korban terdampak mendapat penanganan medis dengan cepat, aman, dan tepat," kata Ani.