Sabtu 30 Aug 2025 17:04 WIB

Marak Aksi Demo, Kadin Imbau DPR Segera Buka Ruang Dialog

Kadin menilai, para penyelenggara negara perlu memiliki kepekaan.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Hasanul Rizqa
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/3/2025).
Foto: Antara/Mentari Dwi Gayati
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/3/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencermati situasi demonstrasi masyarakat di berbagai kota dan daerah dalam dua pekan terakhir. Khususnya di Jakarta, gejolak unjuk rasa cenderung memanas sejak tragedi menimpa Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek daring (ojol) yang meninggal dunia usai dilindas kendaraan Brimob Polda Metro Jaya di lokasi unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025).

Ketua Umum Kadin Anindya Novyan Bakrie mengatakan, pihaknya turut berduka cita atas wafatnya Affan Kurniawan. Simpati juga ditujukan kepada Moh Umar Amirudin, pengemudi ojol lainnya yang terluka parah akibat insiden yang sama.

Baca Juga

"Semoga almarhum Affan Kurniawan mendapatkan kebahagiaan abadi dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan oleh Allah SWT. Juga, kiranya Allah memberikan kesembuhan kepada Moh Umar Amirudin agar ia bisa kembali bekerja," kata Anindya Novyan Bakrie dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/8/2025).

Anindya menegaskan, Kadin mendukung penuh instruksi Presiden RI Prabowo Subianto, yang menyatakan agar insiden 28 Agustus malam diusut tuntas dan transparan. Kepala Negara juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta percaya kepada pemerintahan yang dipimpinnya.

Anindya mengamini arahan Presiden yang menegaskan, situasi kacau tidak akan menguntungkan rakyat. Karena itu, Kadin turut meminta seluruh pihak agar tetap tenang.

Menurut dia, kondisi ekonomi yang sedang sulit mesti dihadapi bersama dengan menjaga situasi kondusif. Dengan begitu, semua orang bisa kembali bekerja dan beraktivitas seperti biasa.

"Selama situasi keamanan tidak kondusif, kegiatan ekonomi akan terganggu dan dampak buruk akan dialami masyarakat. Jalan terbaik menyampaikan aspirasi adalah lewat dialog," tutur Anindya.

Kadin pun mengimbau para penyelenggara negara, termasuk para wakil rakyat, agar segera membuka dialog dengan kelompok-kelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasi.

Hanya dengan jalan dialog dan saling menghargai, para demonstran bisa memahami aspirasi apa saja yang bisa dikabulkan dan yang belum bisa diwujudkan.

"Kedepankan semangat Indonesia Inc atau semangat gotong royong dalam setiap dialog," kata Anindya.

Ia juga meminta para penyelenggara negara agar sungguh-sungguh peka terhadap kondisi riil yang dihadapi masyarakat. Banyak rakyat sedang terimpit kesulitan ekonomi, biaya hidup yang terus meningkat, serta kondisi ketenagakerjaan yang sulit.

"Dalam menghadapi situasi ini, para penyelenggara negara perlu memiliki kepekaan," kata Anindya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement