Sabtu 30 Aug 2025 16:44 WIB

Kunjungi Rumah Affan Bersama Pramono, Puan Minta Maaf atas Kinerja DPR RI

Puan tidak merespon pertanyaan terkait anggota DPR yang diduga lari ke luar negeri.

Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Dalam sidang tersebut Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangan.
Foto: Republika/Prayogi
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Dalam sidang tersebut Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani berkunjung ke rumah duka Affan Kurniawan bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung, di Jakarta, Sabtu (30/8/2025). Dalam kesempatan itu, ia meminta maaf dan berjanji akan mengevaluasi kinerja DPR.

"Pertama-tama tentu saja atas nama anggota DPR dan pimpinan DPR, sekali lagi saya meminta maaf jika kami sebagai wakil rakyat belum bisa bekerja dengan baik secara sempurna," katanya.

Baca Juga

Ia menyadari demonstrasi yang dilakukan masyarakat di Jakarta dan kini menyebar di sejumlah daerah daerah berakar pada kemarahan terhadap DPR. Puan menyebutkan, pihaknya akan mengevaluasi, berbenah diri, dan mendengar aspirasi rakyat, juga bergotong-royong membangun bangsa secara lebih sehat dan lebih baik.

"Dan marilah kita bangun bangsa ini bersama-sama. Kita berdiskusi, kita dengarkan masukan-masukan dari para tokoh bangsa, dari tokoh-tokoh dalam membangun bangsa ini," katanya.

Ketika ditanya awak media soal tunjangan rumah DPR, Puan mengatakan, sudah disampaikan bahwa tunjangan tersebut hanya berlaku sampai Oktober. Kemudian, ketika ditanya awak media tentang pembenahan cara berkomunikasi anggota DPR yang berisiko memicu amarah publik, dia menyebutkan agar semua harus menahan diri, saling menghormati dan menghargai, dan tidak saling menyakiti.

Namun dia tidak merespon ketika ditanya tentang anggota DPR yang diduga lari ke luar negeri. Dalam kesempatan itu, dia menyebutkan bahwa dia akan membantu keluarga almarhum Affan Kurniawan agar dapat tetap bekerja, juga agar saudara-saudaranya bisa melanjutkan pendidikannya.

"Jadi saya juga menyampaikan kepada kedua orang tuanya, InsyaAllah kakak dan adiknya bisa dibantu sekolahnya oleh Pak Gubernur," katanya.

Selain itu, dia akan menyediakan kendaraan bagi bapak dari almarhum Affan yang juga bekerja sebagai pengemudi ojek online. Dia juga meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

photo
Ketua DPR, Puan Maharani - (TV Parlemen)

"Dan kami tentu saja akan mengawal ini sampai selesai. Dan jangan sampai insiden seperti ini terjadi kembali," katanya.

"Insya Allah keluarga diberikan kekuatan, keikhlasan, dan ketabahan dalam menerima musibah ini. Dan semoga amal ibadah dari Almarhum Afan Kurniawan bisa diterima oleh Allah SWT," dia melanjutkan. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa pihaknya menyediakan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi saudara-saudara Affan.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement