Sabtu 30 Aug 2025 14:42 WIB

Lawan Akane, Upaya Putri KW Pecah Telur dan Sepuh Perunggu Jadi Emas Kejuaraan Dunia 2025

Putri Kusuma Wardani belum pernah menang lawan Akane Yamaguchi.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Putri Kusuma Wardani beraksi pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025.
Foto: dok PBSI
Putri Kusuma Wardani beraksi pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dari 12 wakil Indonesia yang berjuang di Kejuaraan Dunia BWF 2025, hanya satu wakil yang memastikan meraih medali. Dia adalah Putri Kusuma Wardani, yang sebetulnya kurang diunggulkan dibandingkan wakil lainnya.

Kepastian Putri KW meraih medali didapatkan setelah ua meraih kemenangan pada babak perempat final kemarin. Pemain asal klub Exist Jakarta ini mengamankan tiket empat besar setelah sukses menumbangkan tunggal putri asal India yang merupakan Juara Dunia 2019, Pusarla V Sindhu lewat rubber gim dengan skor 21-14, 13-21, 21-16 dalam durasi 64 menit.

Baca Juga

Pada babak semifinal yang akan berlangsung di Adidas Arena, Paris, Prancis, Sabtu (30/8/2025) pukul 15.20 WIB, Putri KW akan berhadapan dengan unggulan kelima asal Jepang Akane Yamaguchi. Sang juara dunia 2021 dan 2022 itu melaju ke empat besar setelah mengalahkan wakil China Han Yue dengan skor 21-5, 21-19.

Putri KW mengusung dua misi pada laga ini. Pertama upaya untuk pecah telor atas Akane Yamaguchi. Pasalnya dari tiga pertemuan sebelumnya, Putri KW belum pernah menang sekali pun. Bahkan, ia tak pernah bisa mengambil satu gim pun.

Tiga pertemuan terakhir, pada 15 Juni 2023, di babak 16 Besar Indonesia Open Putri KW kalah 15-21, 11-21. Kemudian 6 September 2023 babak 32 China Open 2023, Putri KW kembali kalah 12-21, 18-21. Terbaru di perempat final Indonesia Open 2025 pada 6 Juni 2025, Putri KW takluk 19-21, 20-21.

Dilihat dari skor dari tiga pertemuan, memang poin yang didapat Putri KW selalu meningkat. Itu artinya Akane harus kerja lebih keras untuk bisa mengalahkan Putri KW. Bukan tidak mungkin di pertemuan keempat sore hari ini, Putri mampu pecah telur.

Misi pecah telur atas Akane juga berarti upayanya untuk menyepuh medali perunggu yang sudah pasti didapat, menjadi perak atau emas. Pasalnya jika menang medali perak sudah pasti di tangannya. Lebih hebat lagi jika bisa menjadi emas.

Capaian Putri KW sejauh ini lolos ke empat besar Kejuaraan Dunia BWF menyamai apa yang ditorehkan Lindaweni Fanetri yang mendapat medali perunggu pada tahun 2015. Kala itu, ajang ini digelar di Istora Senayan, Jakarta.

Jika mampu menyepuh perunggu menjadi perak, Putri KW akan menjadi pemain pertama tunggal putri yang meraih ini. Kalau bisa menjadi emas, akan menyamai capaian legenda bulu tangkis Indonesia Susy Susanti yang mendapat emas Kejuaraan Dunia pada 1993.

Sempat menurun

Putri KW sempat digadang-gadang bakal menjadi tunggal putri Indonesia yang bisa bersaing di dunia internasional. Bersama Gregoria Mariska Tunjung, ia diharapkan mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement