Jumat 29 Aug 2025 18:01 WIB

TNI AD Bantah Beredarnya Telegram Rahasia Asisten Intelijen KSAD

Masyarakat jangan mudah percaya dengan penyebaran dokumen TNI AD.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Kadispenad Brigjen Wahyu Yudhayana di Mabesad, Jakarta Pusat, Senin (11/8/2025).
Foto: Republika/Erik Purnama Putra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana membantah adanya surat edaran atas nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak yang meminta prajurit dan keluarganya tidak beraktivitas di luar rumah. Hal itu merespons situasi di Jakarta yang sedang memanas.

"TNI AD tidak mengeluarkan surat tersebut, secara ketentuan dinas semua aspek di dokumen tersebut tidak sesuai dengan administrasi umum yang berlaku di TNI/TNI AD," kata Wahyu saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Baca Juga

Menurut Wahyu, pada saat seperti ini banyak pihak memanfaatkan momentum kericuhan demonstrasi untuk menyebarkan informasi hoaks yang menyesatkan masyarakat. Karena itu, Wahyu meminta seluruh masyarakat untuk tidak mudah termakan informasi yang berkeliaran di media sosial.

"Masyarakat jangan mudah percaya dengan penyebaran dokumen-dokumen yang membawa nama institusi TNI/TNI AD dan agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi apapun," jelas Wahyu.

Sebelumnya, beredar pesan berjudul "Telegram Dinas" yang berisi perintah Asisten Intel KSAD kepada seluruh prajurit dan keluarganya dalam menghadapi situasi saat ini. Isi telegram tersebut sangat rahasia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement