REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Eksekutif Indonesia Political Survey and Consulting (Indopol Survey), Ratno Sulistyanto, mengatakan, saat ini memang masyarakat sedang mengapresiasi kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung).
“Kemarin Kejaksaan diapresiasi masyarakat kan karena mereka berhasil mengungkap kasus korupsi yang (nilai kerugian negaranya) sekian triliun di kasus sawit dan sebagainya. Tapi suatu saat bisa saja KPK yang diapresiasi karena bisa menangkap koruptor besar,” kata Ratno.
Hal ini disampaikan Ratno menanggapi hasil survei nasional Polling Institute, yang menempatkan Kejagung sebagai lembaga hukum paling dipercaya publik. Sebanyak 70 persen responden menyatakan percaya kepada Kejagung, Mahkamah Konstitusi (68 persen), dan pengadilan (66 persen), Komisi Pemberantasan Korupsi (64 persen), dan kepolisian (61 persen).
Kejaksaan, menurut Ratno, saat ini menunjukkan kinerja yang baik. Mungkin nanti KPK atau kepolisian yang akan diapresiasi publik karena kinerjanya yang baik. “Misalnya kalau KPK mengungkap korupsi yang besar, nanti mereka juga akan diapresiasi publik,” papar dia.
Ratno mengatakan, sebenarnya persepsi publik kejaksaan dan KPK berhimpitan dengan kepolisian. Dijelaskannya, aktivitas kejaksaan tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Berbeda dengan kepolisian, yang dalam aktivitasnya berhubungan langsung dengan masyarakat.
“Sebenarnya kalau dibuat rata-rata antara kejaksaan, kepolisian, KPK persepsi publiknya tidak jauh berbeda. Mungkin yang jauh adalah persepsi tentang TNI. Karena tidak bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, karena mempertahankan negara, sehingga persepsi terhadap TNI bagus,” papar Ratno.
Disinggung tentang peran lembaga hukum dalam mendukung kepercayaan terhadap pemerintahan Prabowo, Ratno berpendapat, dilihat dari sisi ketatanegaraan, sebenarnya kejaksaan, KPK maupun kepolisian tidak berhubungan dengan eksekutif. “Mereka harus bekerja sesuai dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing. Kalau mereka bekerja sesuai dengan baik sesuai tupoksinya saja, itu sebenarnya sudah bisa memberi dampak positif (untuk persepsi terhadap pemerintahan Prabowo,” paparnya.