Jumat 29 Aug 2025 14:43 WIB

Massa Aksi Mako Brimob Lempar Molotov, Marinir Sempat Terbakar

Aksi di Mako Brimob Kwitang memanas pascashalat Jumat.

Rep: Stevy Maradona/ Red: Fitriyan Zamzami
Personel Marinir TNI AL menenangkan massa di Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).
Foto: Stevy Maradona/Republika
Personel Marinir TNI AL menenangkan massa di Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Seorang prajurit Marinir TNI AL sempat terbakar terkena bom molotov di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025). Api lekas dipadamkan dan prajurit terkait tak terluka parah.

Jurnalis Republika Stevy Maradona melaporkan, insiden itu bermula dari pelemparan petasan oleh massa ke dalam Mako Brimob. Banyak petasan yang melintas di atas pasukan Marinir yang berjaga-jaga.

Tiba-tiba satu bom molotov melayang dari arah pengunjuk rasa. Bom botol kaca berisi bensin itu kemudian mengenai patung di dekat gapura Mako Brimob dan pecah terbakar. Apinya kemudian menyambar salah satu prajurit Marinir. 

Bagian belakang prajurit itu sempat terbakar namun lekas bisa dipadamkan. Pengunjuk rasa ikut terkejut dengan kejadian itu dan mundur sejenak.

Aksi unjuk rasa di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat yang sempat mereda kembali memanas. Sejumlah orang yang datang belakangan dengan berbendera manga One Piece memicu kerusuhan dengan melempari Mako Brimob.

Menjelang shalat Jumat dan sesudahnya, massa dari pengemudi ojek online (ojol) dan masyarakat lainnya sedianya sudah tenang. Mereka diajak berdialog dengan perwira dan prajurit TNI untuk menyampaikan tuntutan dengan damai.

Sejumlah tuntutan itu, seperti massa dibolehkan masuk dan tujuh tersangka penabrak pengemudi ojol Affan Kurniawan ditampilkan di publik sudah dijanjikan bakal dipenuhi.

Ada juga persetujuan bahwa para pengunjuk rasa bakal beristirahat hingga pukul 14.00. Namun menjelang waktu yang ditentukan itu, datang puluhan massa dengan pakaian hitam-hitam dari arah Kramat.

Di antara mereka ada yang mengibarkan bendera Jolly Roger dari manga One Piece. Kelompok ini kemudian melempar petasan ke dalam kompleks Mako Brimob. Massa yang baru datang ini yang kemudian mendorong massa kembali beraksi.

Sepanjang eskalasi itu, pasukan Marinir tak melakukan pencegahan. Sementara semua aparat kepolisian berlindung  di dalam kompleks bangunan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement