Kamis 21 Aug 2025 20:26 WIB

Dirut BRI Komentari Penculikan Kepala Cabang, "Kami Dalami, Apakah Ini Terkait Penagihan?"

Polisi sudah menangkap empat pelaku penculikan kepala cabang BRI.

Ilustrasi Penculikan anak
Foto: Republika/Mardiah
Ilustrasi Penculikan anak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dirut Bank BRI Herry Gunardi menanggapi kabar salah satu kepala cabang Bank BRI yang diculik dan dibunuh. Herry mengatakan hal ini di depan anggota DPR dalam rapat kerja Kementerian BUMN - Komisi VI DPR, Kamis (22/8/2025). Herry menegaskan, pihaknya ingin memastikan motif pembunuhan ini terkait aktivitas perbankan seperti apa.

"Kita sedang lakukan pendalaman, kita juga prihatin. Sepertinya diculik. Saya lihat di videonya itu, diculik dari mobil gitu. Jadi dari mobil, masukin mobil terus dibawa, ternyata meninggal." kata dia seperti dikutip dari tayangan rapat DPR.

Herry melanjutkan, "Kita sedang (dalami), apakah itu ada kaitan dengan penagihan? Collection? Atau gimana? Itu kita belum dapat."

Ia menambahkan, saat ini penyidik polisi terus melakukan pendalaman untuk kasus ini. Ia berjanji akan membuat pernyataan lanjutan bila ada informasi dari polisi.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang kepala cabang pembantu (kacab) BRI berinisial IP ditemukan tewas di area persawahan wilayah Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8/2025). Korban diketahui sempat dilaporkan diculik oleh sejumlah orang sehari sebelumnya.

Dalam rekaman video kamera pengawas (CCTV) yang beredar, terlihat detik-detik penculikan terhadap korban dilakukan pada Rabu (20/8/2025) di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dalam video berdurasi 38 detik itu, terlihat beberapa orang menyergap korban ke dalam mobil.

Awalnya, korban nampak berjalan di parkiran mobil di kawasan itu. Korban kemudian hendak masuk ke dalam mobilnya yang berwarna hitam. Namun, saat ingin membuka pintu, beberapa orang dari dalam mobil berwana putih yang terparkir di sebelah mobil korban keluar untuk menyergap korban.

Setelah itu, korban kemudian dibawa masuk ke dalam mobil pelaku penculikan. Kemudian, mobil berwarna putih itu pergi meninggalkan lokasi kejadian.

Sehari setelah aksi penculikan terjadi, korban ditemukan tewas di sebuah area persawahan wilayah Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, sekitar pukul 05.30 WIB. Jenazah korban ditemukan dalam keadaan tangan dan kaki terikat, sedangkan mata terlilit lakban.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Resa Fiardi Marasabessy mengatakan, empat pelaku itu masing-masing berinisal AT, RS, RAH, dan RW. Tiga orang awal ditangkap di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat. Sementara nama terakhir ditangkap di bandara wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut dia, polisi masih terus melakukan pendalaman terkait kasus itu. Polisi juga masih melakukan pengejaran terkait dengan tersangka lain.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement