Jumat 11 Apr 2025 14:40 WIB

Larangan Study Tour Buat Pengunjung Ancol Turun

Jumlah pengunjung anclo pada 2024 turun satu juta dibandingkan 2023.

Pengunjung mengamati ikan di Sea World Ancol, Jakarta, Jakarta, Kamis (26/12/2024). Sea World  menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk menghabiskan liburan, termasuk saat periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 . Selain itu pada liburan kali ini, Sea World Ancol juga menghadirkan Santa Claus Under Water yang akan memberi makan ribuan ikan di dalam akuarium utama Sea World Ancol. Pertunjukan ini akan hadir pada 24 - 29 Desember 2024 pada pukul 11.00 dan 14.00 WIB.
Foto: Republika/Prayogi
Pengunjung mengamati ikan di Sea World Ancol, Jakarta, Jakarta, Kamis (26/12/2024). Sea World menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk menghabiskan liburan, termasuk saat periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 . Selain itu pada liburan kali ini, Sea World Ancol juga menghadirkan Santa Claus Under Water yang akan memberi makan ribuan ikan di dalam akuarium utama Sea World Ancol. Pertunjukan ini akan hadir pada 24 - 29 Desember 2024 pada pukul 11.00 dan 14.00 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah daerah seperti Jawa Barat di bawah Gubernur Dedi Mulyadi melarang murid untuk study tour ke luar kota, termasuk ke Jakarta. Akibatnya destinasi wisata ikut terimbas.

Salah satunya yakni  PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Ancol tak menampik mencatat kebijakan sejumlah pemerintah daerah yang melarang sekolah melaksanakan kegiatan karyawisata menjadi salah satu sebab pengunjung ke turun sebanyak satu juta orang pada 2024 dibandingkan 2023.

Baca Juga

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (Ancol) Winarto dalam rapat kerja pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) penggunaan APBD Tahun 2024 dengan Komisi B DPRD DKI, Kamis, merinci pada 2024 sebanyak 10 juta pengunjung, turun dibanding 2023 yakni 11 juta pengunjung.

"Pengunjung tahun 2024 terhadap 2023 menurun. Di 2024 beberapa hal yang mengurangi itu dari pengunjung luar kota salah satunya ada larangan study tour yang juga masih berlaku sampai ke hari ini," kata dia.

Lalu, selain larangan karyawisata, jumlah pengunjung yang berkurang tahun lalu juga disebabkan adanya cuti bersama yang berkepanjangan. Winarto merujuk data mengatakan cuti bersama dengan waktu lebih dari dua hari memungkinkan orang-orang berlibur di luar kota seperti Bandung, Jawa Barat.

"Kalau cuti lebih dari dua hari dua malam itu orang cenderung ke luar kota. Kalau hanya dua malam ke Bandung. Tapi kalau tujuh hari, delapan hari sudah lebih jauh lagi perginya," katanya.

Dia lalu mengatakan, daya beli masyarakat yang turun juga berkontribusi pada jumlah pengunjung yang berkurang ke Ancol. Winarto mencatat, sejumlah perusahaan yang menjadi klien Ancol harus tutup, sehingga mengurangi potensi pengunjung.

"Kami hitung dari data perusahaan yang ditutup. Ada perusahaan yang menjadi klien kami. Memang ada pelanggan kami yang sudah tidak lagi mampu membawa karyawannya untuk rekreasi ke Ancol. Itu juga berpengaruh. Grup itu 20 persen kontribusinya," ujar Winarto.

Beberapa waktu ini, sejumlah pemerintah daerah, termasuk Jakarta, Jawa Barat, hingga Banten, mengeluarkan kebijakan yang melarang pelaksanaan karyawisata bagi siswa sekolah.

Kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk masalah keselamatan dan efektivitas proses pembelajaran, menyusul meningkatnya jumlah kecelakaan yang melibatkan rombongan karyawisata.

Gubernur Jakarta Pramono Anung pun mengimbau pihak sekolah mengadakan karyawisata di wilayah Jakarta sebab kota ini memiliki banyak destinasi yang menarik untuk dikunjungi para pelajar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement