Rabu 09 Apr 2025 03:46 WIB

Nasib MBG: Dicibir di Dalam Negeri Dipuji di Luar Negeri

MBG menarik perhatian banyak tokoh internasional.

Afshan Khan, moderator yang juga Asisten Sekjen PBB dan Koordinator SUN Movement, menyimak secara serius paparan Amich Alhumami tentang MBG.
Foto: Bappenas
Afshan Khan, moderator yang juga Asisten Sekjen PBB dan Koordinator SUN Movement, menyimak secara serius paparan Amich Alhumami tentang MBG.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wujud komitmen pemerintah RI terhadap transformasi pendidikan dalam Forum Politik Tingkat Tinggi 2024 di New York, tercapai pada KTT Nutrisi untuk Pertumbuhan 2025 di Paris. Pengalaman pemerintah RI menangani relevansi gizi dengan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan perlindungan sosial, banjir pujian.

Deputi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Amich Alhumami mengkampanyekan program Makan Bergizi Gratis (MGB) ke tingkat global pada forum multilateral. Pada Juli 2024 dia melakukan itu di Markas Besar PBB New York dalam momentum High-Level Political Forum (HLPF) on SDGs. Presentasinya disampaikan pada sesi HLPF on SDGs–Special Event on Transforming Education (Acara Khusus tentang Transformasi Pendidikan).

Baca Juga

Refleksi MBG dalam HLPF on SDGs-New York 2024

Di hadapan para petinggi PBB dan perwakilan pemerintah negara sahabat, Amich Alhumami menyampaikan pencapaian SDGs di Indonesia. Di antara materinya tentang pengalaman negeri yang besar ini dinilai mampu mengatasi permasalahan stunting, terutama akibat kekurangan gizi pada balita dan siswa.

“Presiden terpilih Prabowo Subianto akan melaksanakan program makanan bergizi sekolah untuk meningkatkan layanan gizi masyarakat. Program ini merupakan intervensi yang berdampak untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah. Kekurangan gizi menyebabkan kerusakan kemampuan kognitif. Dalam jangka panjang akan berdampak buruk terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak,” papar Amich Alhumami kala itu dalam bahasa Inggris.

Anak-anak kekurangan gizi, terang Amich, sangat sulit mengikuti proses belajar di sekolah, sehingga sangat mempengaruhi prestasi belajar. Beruntung, Presiden Prabowo Subianto membuat kebijakan strategis dan menjadi salah satu perioritas nasional bernama MBG.

Program MBG bermanfaat bagi sekitar 82 juta lebih rakyat Indonesia. Kelompok sasaran utamanya terdiri sekitar 62 juta anak sekolah jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah; kemudian balita serta ibu hamil dan menyusui.

“Program Jenderal (purn) Prabowo Subianto ini merupakan intervensi kebijakan yang penting untuk mendorong kehadiran siswa di sekolah, mencegah putus sekolah, dan meningkatkan hasil belajar siswa,” papar Amich Alhumami kala itu di hadapan para pemimpin global, regional dan nasional yang menjadi peserta pada forum multilateral tersebut.

Presentasi tersebut melengkapi paparan Prabowo Subianto tentang MBG dalam perhelatan Qatar Economic Forum 2024 pada sesi wawancara Haslinda Amin dari Bloomberg TV, 16 Mei.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement