REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden AS Donald Trump mengunggah video tengan serangan udara AS ke pejuang Houthi yang sedang berkumpul. Trump membuat narasi telah menghancurkan Houthi sehingga milisi itu tidak bisa lagi menyerang AS.
"Houthi ini berkumpul untuk menunggu instruksi menyerang. Oops, tidak akan ada lagi serangan oleh Houthi ini. Mereka tidak akan lagi menenggelamkan kapal kita lagi," tulis Trump.
Dalam video tampak target berkumpul secara oval. Orang-orang itu sudah berada di garis bidik. Beberapa detik kemudian, kilatan terang muncul di tengah pemandangan, diikuti oleh asap yang mengepul.
Rekaman beralih ke bidikan yang lebih lebar yang memperlihatkan kolom asap di atas lokasi yang tampak terkena dampak.
Namun media Yaman mengatakan bahwa Trump mengebom pertemuan para suku, bukan para pejuang Houthi
"Pengunjung yang datang ke suku-suku yang disambut dalam pertemuan oval seperti ini, yang juga digunakan untuk perayaan Idul Fitri," demikian tulis akun RT melansir media Yaman.
Dilaporkan CNN, total biaya operasi militer AS terhadap militan Houthi yang didukung Iran di Yaman mendekati 1 miliar dolar AS hanya dalam waktu kurang dari tiga minggu, meskipun serangan tersebut berdampak terbatas pada penghancuran kemampuan kelompok teror tersebut.
Serangan militer, yang diluncurkan pada 15 Maret, telah menggunakan amunisi senilai ratusan juta dolar untuk menyerang kelompok tersebut, termasuk rudal jelajah jarak jauh JASSM, JSOW, yang merupakan bom luncur berpemandu GPS, dan rudal Tomahawk. Demikian disampaikan oleh sumber di Pentagon.
Menurut pejabat pertahanan, pesawat pengebom B-2 dari Diego Garcia juga digunakan untuk melawan Houthi, dan sebuah kapal induk tambahan serta beberapa skuadron tempur dan sistem pertahanan udara akan segera dipindahkan ke wilayah Komando Pusat.
View this post on Instagram