Jumat 04 Apr 2025 18:24 WIB

Pencahayaan GBK Arena Jadi Fokus Jelang Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025

Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik 2025 digelar pada pada 19-25 Oktober.

GBK Arena, Senayan, Jakarta (ilustrasi)
Foto: ANTARAPuspa Perwitasari
GBK Arena, Senayan, Jakarta (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia terus mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik 2025. salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pencahayaan di GBK Arena, Senayan, yang menjadi lokasi perlombaan pada 19-25 Oktober.

Ketua Persatuan Gimnastik Indonesia Ita Yulianti mengatakan, sistem pencahayaan saat ini sudah cukup baik, tetapi masih perlu beberapa perbaikan untuk mendukung kompetisi dan kebutuhan siaran televisi.

Baca Juga

“Lighting sudah bagus, tapi ada beberapa bagian yang menyilaukan. Selain itu, untuk kebutuhan show juga harus ditambah dengan sistem pencahayaan khusus,” kata Ita setelah meninjau langsung lokasi lomba mendampingi perwakilan Federasi Gimnastik Internasional (FIG), Jumat (4/4/2025).

Guna memastikan kondisi pencahayaan yang optimal, Ita mengatakan akan berdiskusi lebih lanjut dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar kebutuhan tambahan ini dapat dipenuhi sebelum ajang ini berlangsung.

Presiden Komite Teknis Gimnastik Artistik Putri FIG Donatella Sacchi juga menyampaikan perlunya peningkatan dari segi pencahayaan, meski secara umum arena yang digunakan sudah memenuhi standar internasional.

“Pencahayaan sangat penting. Jadi, kami berharap akan ada peningkatan lagi. Saat ini, kami memerlukan sesuatu yang lebih daripada instalasi biasa,” kata Donatella Sacchi.

Presiden Komite Teknis Gimnastik Artistik Putra FIG Andrew Tombs juga mengatakan aspek pencahayaan tidak hanya penting untuk kenyamanan atlet, tetapi juga menjadi faktor krusial dalam penyiaran.

“Kejuaraan ini bisa menjadi batu loncatan bagi anak-anak muda, terutama anak laki-laki, untuk terlibat dalam gimnastik. Peliputan yang baik dari media akan membantu menarik minat mereka terhadap olahraga ini,” kata Tombs.

Sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik, Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk menyelenggarakan kompetisi ini dengan standar tinggi.

Perbaikan pencahayaan dan kesiapan arena perlombaan menjadi bagian dari komitmen untuk memberikan pengalaman terbaik bagi atlet, penonton, dan pemirsa di seluruh dunia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement