REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pakar ekonomi INDEF, Dradjad Wibowo, mengingatkan akan makin krusialnya bagi Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjaga Rupiah semaksimal mungkin. Kebijakan-kebijakan untuk menjadikan tarif Trump berdampak positif bagi ekonomi Indonesia juga perlu digali, baik dr sisi perdagangan maupun sektor produksi riil.
Hal ini disampaikan Dradjad menanggapi langkah Presiden AS, DOnald Trump, yang menaikkan tarif timbal balik untuk Indonesia sebesar 32 persen untuk Indonesia. Tariif untuk Indonesia ini hanya selisih 2 persen yang ditetapkan Trump untuk China.
Secara umum, kata Dradjad, akan ada tiga ronde efek yang muncul dari kebijakan Trump menaikkan tarif timbal balik di 180 negara ini. “Ronde pertama, ekspor kena. Saya belum masukkan ke model dinamik berapa persen,” kata Dradjad.
Ronde kedua, impor makin mahal in USD term karena negara-negara akan membalas. Akibatnya harga-harga global akan mengalami kenaikan. “Ronde ketiga, cost of money untuk membiayai defisit “very likely” akan naik juga,” ujar Dradjad, yang juga Ketua Dewan Pakar PAN ini.