Jumat 04 Apr 2025 05:43 WIB

Drone Mahal AS Bertumbangan di Yaman

Kelompok Houthi telah menjatuhkan belasan drone MQ-9 milik AS.

Drone MQ-9 Reaper milik AS.
Foto: af.mil
Drone MQ-9 Reaper milik AS.

REPUBLIKA.CO.ID, SANAA – Angkatan Bersenjata Yaman (YAF) yang dikuasai kelompok bersenjata Houthi  berhasil menembak jatuh drone MQ-9  milik militer Amerika Serikat. Drone itu adalah yang ketiga berhasil ditembak jatuh belakangan dan yang ke-13 sejak Oktober 2023.

Fox News melaporkan pada Kamis, mengutip sumber, bahwa Houthi menembak jatuh drone MQ-9 AS lainnya, drone ketiga yang mereka tembak jatuh di Yaman dalam sebulan terakhir. Sumber mengatakan Houthi telah menembak jatuh setidaknya 13 drone AS sejak dimulainya perang dahsyat Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.

Baca Juga

Saluran tersebut mengutip Layanan Penelitian Kongres yang mengatakan bahwa harga satu drone MQ-9 mencapai 30 juta dolar AS. Artinya kerugian AS akibat aksi Houthi menembak jatuh drone-drone AS mencapai 390 juta dolar AS.

Kelompok Houthi mengumumkan bahwa mereka telah menembak jatuh drone AS jenis ini pada Rabu malam saat melakukan apa yang disebutnya agresi di wilayah udara Kegubernuran Al Hudaydah, Yaman barat. Kelompok tersebut mengatakan ini adalah drone kedua yang ditembak jatuh di wilayah udara Yaman dalam waktu 72 jam.

Houthi mengonfirmasi bahwa mereka telah menembak jatuh 17 drone MQ-9 Amerika sejak dimulainya kampanye "Kemenangan yang Dijanjikan dan Jihad Suci", nama yang mereka gunakan untuk operasi militer yang mereka lakukan di Laut Merah untuk mendukung Gaza sejak akhir tahun 2023.

Drone AS ditembak jatuh di daerah-daerah termasuk Hodeidah, Ma'rib (timur laut), dan Sa'dah (utara), menurut pernyataan militer kelompok tersebut.

photo
Drone MQ-9 Reaper yang dikemudikan dari jarak jauh yang lepas landas untuk misi pelatihan di Pangkalan Angkatan Udara Creech, AS 13 Mei 2013. - ( EPA-EFE/Senior Master Sgt. )

Juru Bicara Houthi Brigjen Yahya Saree mengatakan, upaya tersebut dilakukan untuk menghadapi agresi Amerika Serikat yang telah menewaskan dan melukai ratusan warga sipil di seluruh negeri, seperti dilaporkan Al Mayadeen, Kamis (3/5/2025). Saree menyatakan, pertahanan udara mereka telah berhasil mencegat pesawat Amerika dengan rudal permukaan ke udara yang diproduksi dalam negeri. 

Angkatan Bersenjata Yaman menekankan tekad mereka untuk melawan semua upaya musuh yang ingin melemahkan kedaulatan negara. Saree menegaskan bahwa mereka—bersama rakyat Yaman yang hebat—akan terus melakukan operasi mereka untuk mendukung Gaza. Dia menegaskan, operasi ini tidak akan berhenti kecuali agresi terhadap Gaza berakhir dan blokade dicabut.

Sebelumnya, Angkatan Bersenjata Yaman (YAF) dilaporkan berhasil menargetkan pesawat komando dan kontrol E-2 milik kapal induk AS USS Harry S. Truman, sumber senior pemerintah Sana'a mengatakan kepada Al Mayadeen pada Ahad (31/3/2025). Menurut sumber tersebut, kapal induk itu  kehilangan kemampuan komando setelah serangan. Sementara itu, Gedung Putih dan Departemen Pertahanan AS (Pentagon) telah meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.

Pesawat E-2 yang menjadi target Houthi dirancang untuk memberikan informasi intelijen penting tentang potensi ancaman yang dihadapi oleh kapal perang tersebut selama operasi militer. Meskipun tidak secara langsung berpartisipasi dalam serangan, pesawat ini memainkan peran penting dalam pengawasan dan pelacakan.

Pesawat tersebut, yang dioperasikan oleh lima awak—termasuk dua pilot dan tiga spesialis radar—kehilangan perlindungan defensifnya, sehingga lebih rentan terhadap serangan rudal dan pesawat tak berawak Yaman.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement