Rabu 02 Apr 2025 19:03 WIB

Usai Libur Lebaran, ASN Diminta Jangan Telat Ngantor

Bima kembali menegaskan penggunaan mobil dinas untuk mudik.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: A.Syalaby Ichsan
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/3/2025).
Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/3/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) disiplin memulai kerja usai liburan Idul Fitri 1446 Hijriah. Bima mengingatkan seluruh ASN agar segera kembali menyesuaikan ritme kerja usai libur panjang dan tetap memberikan pelayanan publik yang maksimal.

"Jangan sangka bahwa libur ini semua libur, enggak. Pemerintah itu punya sistem shift, jadi semuanya ada yang piket," kata Bima dalam keterangan pers pada Rabu (2/4/2025).

Baca Juga

Bima mengungkapkan kedisiplinan ASN setelah libur Lebaran menjadi perhatian utama. Pada 8 April 2025, seluruh ASN baik di tingkat daerah maupun pusat akan menggelar halal bihalal, dan semuanya diwajibkan hadir tepat waktu. Hari pertama kerja usai libur Lebaran juga harus dimulai dengan memastikan kesiapan pegawai dalam menjalankan tugasnya."Hari pertama itu halalbihalal, jangan telat lah," ujar Bima.

Selain itu, Bima menegaskan larangan penggunaan mobil dinas untuk mudik. Menurut mantan wali kota Bogor, penggunaan mobil dinas untuk kepentingan pribadi berpotensi menimbulkan risiko dan kerugian negara. Apalagi kendaraan dinas tetap dibutuhkan bagi pegawai yang bertugas selama libur Lebaran.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Bima Arya (@bimaaryasugiarto)

"Itu aturannya clear, kami memahami ada kepala daerah yang ingin me-reward stafnya, tapi ya tidak seperti itulah mekanismenya. Banyak cara untuk memberikan perhatian, tetapi tidak dengan fasilitas dinas," ucap Bima.

Bima juga mengapresiasi kelancaran arus mudik tahun ini. Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang memungkinkan pegawai untuk mudik secara bertahap telah membantu mengurangi kepadatan lalu lintas. Selain itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam rekayasa lalu lintas kendaraan yang inovatif membantu memperlancar arus mudik.

"Teman-teman kepala daerah juga kerjanya bagus ya koordinasinya. Jadi kita apresiasi," ucap Bima.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement