Selasa 28 May 2024 05:29 WIB

'Neraka di Dunia', Kiasan PBB untuk Gaza Usai Kamp Pengungsian di Rafah Dibombardir Israel

Sedikitnya 45 warga Palestina terbunuh usai IDF lancarkan serangan udara ke Rafah.

Warga Palestina menyaksikan kehancuran kamp pengungsian di Rafah, Jalur Gaza, usai serangan udara Israel pada Senin (27/5/2024).
Foto:

Di tengah serangan Israel terhadap warga Palestina di Rafah, bahan bantuan kemanusiaan dan bahan bakar minyak belakangan berhasil melalui perbatasan Kerem Shalom menuju Gaza. Hal itu dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

"Di mana operasi kemanusiaan hampir kolaps, saya menekankan otoritas Israel harus memfasilitasi keamanan penjemputan dan pengiriman bantuan kemanusiaan dari Mesir melalui Kerem Shalom menuju kepada mereka yang membutuhkan," kata jubir Guterres, Stéphane Dujarric.

Truk-truk pembawa bantuan masuk ke Gaza lewat selatan Israel di bawah perjanjian baru yang mem-bypass perlintasan Rafah yang berbatasan dengan Mesir setelah IDF pada awal Mei merebut dengan paksa sisi Palestina di perlintasan itu. Mesir kemudian menolak membuka kembali sisi mereka sampai Israel menyerahkan kembali wilayah bagian seberang perlintasan Rafah kepada pihak Palestina.

Namun Mesir setuju untuk sementara mengalihkan lalu lintas bantuan dari wilayah mereka menuju Gaza melalui perlintasan Kerem Shalom. Persetujuan itu terjadi setelah perbincangan via telepon antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi.

Perang Israel-Hamas yang terjadi sejak 7 Oktober 2023 telah membunuh sedikitnya 1.200 warga Israel dan 250 orang disandera. Di sisi Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 36 ribu warga sipil termasuk kombatan terbunuh.

 

photo
Terpenjara di Gaza - (Republika)

sumber : Associated Press, Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement