Sabtu 25 May 2024 23:40 WIB

Kasus ‘Pembakaran’ Siswi SD di Padang Pariaman, Polisi Diminta Usus Sampai Tuntas

Siswi SD ini diduga disiram pertalite oleh temannya saat sedang membakar sampah.

Rep: Antara/ Red: Qommarria Rostanti
Korban terbakar (ilustrasi). Polisi diminta mengusut tuntas kasus siswi SD di Padang Pariaman yang tubuhnya terbakar akibat disiram bensin oleh temannya.
Foto: Republika/Mardiah
Korban terbakar (ilustrasi). Polisi diminta mengusut tuntas kasus siswi SD di Padang Pariaman yang tubuhnya terbakar akibat disiram bensin oleh temannya.

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) meminta polisi mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap A (11 tahun). A adalah seorang siswi sekolah dasar di Padang Pariaman, Sumatra Barat, yang mengalami mengalami luka bakar hingga akhirnya meninggal dunia.

"Kami meminta polisi mengusut tuntas kejadian ini termasuk dugaan kelalaian pihak sekolah, agar menjadi pelajaran bagi pihak-pihak terkait," kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Nahar, saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (25/5/2024).

Kementerian PPPA menyampaikan duka mendalam atas terjadinya kasus kekerasan terhadap anak ini. "Kami sangat berduka atas meninggalnya anak korban kekerasan di Padang Pariaman ini," kata Nahar.

Nahar menegaskan pentingnya satuan pendidikan melaksanakan kebijakan pendidikan yang ramah anak. "Semua harus bertanggung jawab untuk pengelolaan pendidikan yang nyaman, aman, dan bisa mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan sekolah," katanya.

Terduga pelaku merupakan teman korban, kini telah dilaporkan ke polisi. Pihak sekolah juga akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.

Korban anak A diduga disiram dengan pertalite oleh temannya saat kegiatan membakar sampah di belakang sekolah. Dalam kondisi terbakar, A langsung menuju ke toilet untuk mencari air. Namun toilet dalam keadaan terkunci.

Lalu A lari ke depan kelas. A diminta oleh guru untuk berguling di tanah agar api padam. Setelah padam, A dibawa ke puskesmas terdekat.

Lalu kemudian dirujuk ke RS untuk mendapatkan perawatan intensif. A meninggal dunia setelah hampir empat bulan menjalani perawatan karena luka bakar serius di tubuhnya. A bahkan sempat menderita gizi buruk setelah mengalami luka bakar.

Advertisement

Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
  • Dibutuhkan komitmen dan upaya berkelanjutan untuk membangun budaya anti-bullying yang kuat. Dengan memberikan edukasi, dukungan, dan lingkungan yang positif, kita dapat membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang lebih peduli, empati, dan menghargai perbedaan. Ini merupakan investasi besar bagi masa depan mereka dan juga masa depan masyarakat kita yang lebih damai dan harmonis.Sosialisasi tentang "Stop Bullying" tidak hanya penting, tetapi juga sangat mendesak untuk dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Dengan upaya bersama, kita dapat memberikan perlindungan dan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak kita.
    10 Bulan lalu
  • STOP BULLYING/PERUNDUNGAN!!! Bullying adalah masalah yang serius dan dapat berdampak negatif jangka panjang bagi korban, baik secara fisik, emosional, maupun psikologis. Anak-anak yang menjadi korban bullying dapat mengalami gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, rendah diri, dan bahkan keinginan untuk bunuh diri. Pelaku bullying juga dapat terbawa perilaku negatif tersebut hingga dewasa jika tidak ditangani dengan baik. Mereka berisiko lebih tinggi untuk terlibat dalam tindakan kekerasan, kenakalan remaja, atau bahkan tindakan kriminal di kemudian hari. Lingkungan yang aman, ramah, dan menghargai keberagaman sangat penting bagi perkembangan anak-anak. Jika mereka tumbuh dalam lingkungan yang penuh intimidasi dan bullying, akan sulit bagi mereka untuk mengembangkan rasa percaya diri, empati, dan menjalin hubungan sosial yang sehat. Kampanye "Stop Bullying" merupakan upaya penting untuk membangun kesadaran, mengubah persepsi, dan mengajarkan nilai-nilai anti-bullying sejak dini. Semakin awal anak-anak memahami bahwa bullying itu salah dan tidak dapat diterima, semakin besar peluang untuk mencegah perilaku tersebut. Kampanye ini juga memberikan keterampilan dan strategi bagi anak-anak untuk menghadapi bullying, baik sebagai korban maupun sebagai saksi. Mereka diajarkan untuk berani melaporkan, mencari bantuan, dan menjadi pembela bagi korban.Keterlibatan semua pihak, baik sekolah, orangtua, masyarakat, dan pemerintah, sangat penting dalam menyukseskan kampanye "Stop Bullying". Dibutuhkan komitmen dan upaya berkelanjutan untuk membangun budaya anti-bullying yang kuat. Dengan memberikan edukasi, dukungan, dan lingkungan yang positif, kita dapat membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang lebih peduli, empati, dan menghargai perbedaan. Ini merupakan investasi besar bagi masa depan mereka dan juga masa depan masyarakat kita yang lebih damai dan harmonis.Sosialisasi tentang "Stop Bullying" tidak hanya penting, tetapi juga sangat mendesak untuk dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Dengan upaya bersama, kita dapat memberikan perlindungan dan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak kita.
    10 Bulan lalu
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement