Jumat 19 Apr 2024 09:03 WIB

Pemkab Sleman Dorong Perluasan Program Percepatan Penurunan Stunting

Berdasarkan ePPGBM, prevalensi stunting Sleman turun sebesar 2,37 persen

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Kader posyandu menimbang berat badan anak (ilustrasi).
Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Kader posyandu menimbang berat badan anak (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menghadiri pelaksanaan kegiatan Rembuk Stunting yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) di Graha Sarina Vidi, Kamis (18/4/2024). Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dimaksudkan untuk melihat program dan kegiatan percepatan stunting serta konvergensinya di wilayah Kabupaten Sleman.

Kustini menyambut baik Workshop Rembuk Stunting ini sebagai bentuk upaya menyatukan langkah menangani stunting di Kabupaten Sleman. Menurutnya prevalensi stunting Sleman menunjukkan penurunan.

Berdasarkan ePPGBM, prevalensi stunting Sleman turun sebesar 2,37 persen sehingga menjadi 4,51 di tahun 2023 lalu.

"Capaian ini tentunya tidak terlepas dari kerja sama, sinergi dan kolaborasi dari Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) di semua tingkatan serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung gerakan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sleman," kata Kustini dalam keterangannya. 

Kustini juga menyebut bahwa upaya penurunan stunting harus didukung oleh organisasi kemasyarakatan untuk mendorong perluasan program kepada masyarakat di berbagai level. Terutama, untuk mendukung kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mulai dari tingkat Kabupaten, Kapanewon dan Kalurahan.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan untuk mewujudkan zero new stunting perlu didukung oleh seluruh pihak mulai dari TPPS di semua tingkatan serta didukung OPD pengampu lintas sektoral.

Ia mengatakan pada tahun 2023 Kabupaten Sleman menunjukan penurunan pravelensi stunting dari 6,88 persen menjadi 4,51 persen. 

"Namun berapapun penurunannya, untuk menuju zero new stunting masih membutuhkan kinerja dan program ya jelas, yang harus dilaksanakan secara komperhensif di seluruh stake holder," ungkap Danang.  

Ketua Pelaksana Rembuk Stunting, Daroji mengatakan kegiatan Rembuk Stunting bertujuan untuk mengevaluasi capaian program penurunan stunting tahun 2023 dan juga pemaparan program  tahun 2024. Daroji menuturkan kegiatan ini melibatkan 160 orang terdiri dari semua unsur tim percepatan stunting.

"Output kegiatan ini nantinya sebagai monitoring dan evaluasi percepatan stunting dan perencanaan percepatan program stunting," ucapnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement