Senin 15 Apr 2024 23:05 WIB

Arus Balik dari Sumbar Menuju Riau di Kelok Terpantau Padat Senin Malam

Lalu lintas tersendat akibat banyak kendaraan parkir di pinggir jalan

Rep: Febrian Fachri / Red: Nashih Nashrullah
Sejumlah kendaraan melewati Fly Over Kelok Sembilan, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatra Barat (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Sejumlah kendaraan melewati Fly Over Kelok Sembilan, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatra Barat (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PAYAKUMBUH— Arus balik dari daerah Sumatra Barat menuju Riau, terutama yang melewati Kelok Sembilan terpantau padat merayap. Kendaraan roda empat memadati baik jalur Jembatan Layang maupun jalur lama Kelok Sembilan. 

Keadaan jalur tersebut semakin parah karena pengendara ada yang berhenti untuk berwisata dan berswafoto di pinggir jalan sehingga arus kendaraan yang berlalu lalang tersendat.

Baca Juga

Selain di Kelok Sembilan, arus lalu lintas di Jalan Lintas Sumbar - Riau tepatnya di Rimbo Data Kabupaten Pangkalan dikabarkan juga ramai 

Berdasarkan catatan pengelola Tol Pekanbaru-Bangkinang, sebanyak 38 ribu kendaraan dari Sumatera Barat (Sumbar) memasuki Riau pada Ahad (14/4/2024).

"Artinya puncak arus balik sudah dimulai sejak kemarin dan diprediksi terus meningkat sampai besok. Oleh karena itu kita harus all out dan tidak boleh mengurangi standar operasional prosedur layanan kepada masyarakat," kata Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal, Senin (15/4/2024),

Irjen Iqbal menjelaskan, untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau telah melaksanakan pengalihan arus lalu lintas dari jalan arteri ke jalur alternatif. 

Selain itu, kendaraan pribadi dan bus juga diarahkan untuk memasuki jalan tol agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di jalur umum. 

Sementara itu, kata Irjen Iqbal, pemerintah telah menerapkan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengurangi arus balik yang berakibat kemacetan. 

“Kita juga melakukan patroli hunting sistem sekaligus menyampaikan himbauan melalui spanduk dan publik address," katanya.

Sementara itu, di lokasi terpisah, Executive General Manager Angkasa Pura II BIM, Indrawansyah, memprediksi akan ada 6 ribu pemudik meninggalkan Provinsi Sumatra Barat pada arus mudik melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM). 6 ribu calon penumpang ini menurut Indrawansyah terbang dari BIM untuk tujuan bandara di Jakarta dan Tanggerang.

"Kita prediksi sebanyak 6 ribu pemudik bertolak ke Jakarta melalui BIM pada H+4 dan H+5," kata Indrawansyah, Senin (15/4/2024).

Dia memprediksi BIM akan menerima atau kedatangan penumpang dari sejumlah daerah lain pada H+4  dan H+5.

"Kita prediksi sebanyak 2 hingga 3 ribu orang tiba di Padang pada H+4," ucap Indrawansyah.

Indrawansyah juga memprediksi arus balik akan mencapai puncaknya pada H+5 atau hari ini. Dan peningkatan arus balik menurut dia sudah terlihat sejak H+4 atau Ahad (14/4/2024) kemarin.

Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik, pihak BIM bekerja sama dengan sejumlah maskapai, memastikan 11 ekstra flight atau tambahan penerbangan bagi pengguna jasa penerbangan. Tambahan tersebut yakni tujuan Jakarta, Kota Medan dan Pulau Batam.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement