Senin 15 Apr 2024 10:21 WIB

Kemenlu Minta WNI Tunda Rencana Perjalanan ke Iran dan Israel

WNI agar menunda rencana perjalanan ke ke Iran dan Israel pascaserangan yang terjadi.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Erik Purnama Putra
Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel diluncurkan untuk mencegat rudal yang ditembakkan Iran di wilayah Israel, Ahad (14/4/2024).
Foto: REUTERS/Amir Cohen
Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel diluncurkan untuk mencegat rudal yang ditembakkan Iran di wilayah Israel, Ahad (14/4/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) agar menunda rencana perjalanan ke ke Iran dan Israel pascaserangan yang terjadi. Pemerintah terus memantau dari dekat eskalasi yang terjadi pascaserangan Israel ke fasilitas diplomatik Iran di Damaskus, Suriah dan serangan balasan Iran ke Israel.

Eskalasi situasi keamanan di Timur Tengah tersebut akibat serangan misil Iran ke Israel. Hal itu menyebabkan beberapa negara di Timur Tengah melakukan pembatasan atau penutupan wilayah udara mereka untuk penerbangan komersil maupun penerbangan lainnya.

Baca: Pemerintah AS Sudah Tahu Operasi Iran akan Serang Israel

Bagi WNI yang berencana melakukan perjalanan dengan rute penerbangan melewati wilayah udara atau transit bandara di negara-negara Timur Tengah, diimbau untuk mengantisipasi gangguan jadwal penerbangan (flight disruption) dan segera menghubungi maskapai masing-masing untuk mendapatkan update penerbangan.

Kemenlu juga meminta, jika menghadapi situasi kedaruratan agar segera menghubungi nomor hotline Perwakilan RI terdekat atau mengakses aplikasi bergerak Safe Travel Kemenlu. Sebelumnya, Iran menyampaikan akan memberikan respons lebih besar jika Israel dan AS membalas serangan drone dan rudal Iran ke wilayah Israel pada Ahad (14/4/2024).

Baca: Turki dan UAE Paling Banyak Sumbang Bantuan untuk Gaza, Palestina

Teheran mengatakan operasinya belum selesai. Serangan balasan Iran atas serangan Israel ke kantor konsulat Iran di Suriah pada 1 April lalu membuka risiko perang terbuka di Timur Tengah dan dapat menyeret AS. Meski Washington sudah mengatakan AS tidak ingin berkonflik dengan Iran tapi tidak ragu untuk melindungi pasukannya dan Israel.

Namun tembakan ratusan drone dan rudal yang sebagian besar ditembakan dari dalam Iran hanya menimbulkan sedikit kerusakan di Israel. Sebagian besar drone dan rudal itu ditembak jatuh dengan bantuan AS, Inggris dan Yordania.

Pangkalan Udara Militer di selatan Israel terkena tembakan tapi masih bisa beroperasi. Selain itu tidak ada laporkan kerusakan parah. Menjelang rapat kabinet perang Israel, menteri kabinet Benny Gantz memperingatkan Israel akan membalas serangan Iran di waktu yang tepat.

Baca: Sukses Jalankan Misi di Gaza, Super Hercules Tiba di Indonesia

"Kami akan membangun koalisi regional dan harga yang setimpal dari Iran dengan cara dan waktu yang tepat bagi kami," kata Gantz dalam pernyataannya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement