Selasa 09 Apr 2024 09:05 WIB

Jelang Lebaran, Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Sedang

Udara beberapa wilayah di Jakarta masih tercatat tidak sehat.

Foto udara kendaraan pemudik melintas di jalan tol Pejagan-Pemalang, Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (8/4/2024). Menurut data Pejagan Pemalang Tol Road (PPTR) pada H-2 lebaran masih memberlakukan one way meskipun volume kendaraan pemudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah mulai mengalami penurunan dengan jumlah estimasi 64.310 dibandingkan pada H-3 mencapai 107.527 kendaraan.
Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Foto udara kendaraan pemudik melintas di jalan tol Pejagan-Pemalang, Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (8/4/2024). Menurut data Pejagan Pemalang Tol Road (PPTR) pada H-2 lebaran masih memberlakukan one way meskipun volume kendaraan pemudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah mulai mengalami penurunan dengan jumlah estimasi 64.310 dibandingkan pada H-3 mencapai 107.527 kendaraan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kualitas udara Jakarta pada Selasa pagi, (9/4/2024) atau sehari sebelum Idul Fitri 1445 H (Lebaran) masuk kategori sedang. Berdasarkan informasi dari laman pemantau kualitas udara, IQAir di Jakarta, Selasa, per pukul 07.00 WIB, disebutkan, indeks kualitas udara (air quality index/AQI) di Jakarta berada di poin 80 tingkat polutan PM 2,5 dengan konsentrasi 25,8 mikrogram per meter kubik.

Konsentrasi sebesar setara dengan 5,2 kali nilai panduan kualitas udara tahunan organisasi kesehatan dunia (WHO). PM 2,5 adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mikrometer).

Baca Juga

Adapun tingkat kualitas udara masuk kategori sedang yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Secara global, kualitas udara Jakarta pagi ini berada di posisi ke 25, hampir setara dengan Mumbai, India; Riyadh, Arab Saudi; Milan, Italia, hingga Bern, Swiss. Namun, kualitas udara Jakarta pagi ini setidaknya lebih baik dari Chiang Mai, Thailand, Delhi, India atau Shanghai, China, yang pagi ini masuk kategori tidak sehat.

Sementara itu, beberapa wilayah di Jakarta masih tercatat tidak sehat di antaranya Cilandak Barat, Jeruk Purut hingga Kemang. Adapun secara umum, indeks kualitas udara di Jakarta diperkirakan akan berada di level sedang hingga akhir pekan, bersamaan dengan momentum mudik Lebaran.

Senada dengan IQAir, Pemprov DKI Jakarta lewat portal Jakarta Rendah Emisi juga mencatat kualitas udara sejumlah wilayah di DKI Jakarta pada Selasa pagi masuk kategori sedang dengan rentang poin PM2,5 sebesar 53,1 hingga 83,0. Data kualitas udara dikumpulkan dari Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) DKI Jakarta, KLHK dan Stasiun Pemantauan U.S. Embassy melalui Airnow.gov.

Sebanyak delapan SPKU, yakni SPKU Kedubes AS di Jakarta Pusat mencapai 53,1; SPKU Kedubes AS di Jakarta Selatan 67,3; SPKU Gelora Bung Karbo 65,0; SPKU Bundaran HI 73,0; SPKU Kelapa Gading 78,0; SPKU Jagakarsa 71,0; SPKU Lubang Buaya 82,0; SPKU Kebun Jeruk 83,0.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement