Rabu 03 Apr 2024 23:35 WIB

Ketinggian Banjir di Cawang Tercatat 190 Sentimeter

Penyebab banjir tersebut karena curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.

Pengendara mendorong kendaraannya yang mogok akibat terendam genangan air yang menutupi ruas jalan H.R Rasuna Said, Jakarta, Rabu (3/4/2024). Genangan tersebut disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi serta aliran drainase yang meluap sehingga menyebabkam lalu lintas tersendat.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pengendara mendorong kendaraannya yang mogok akibat terendam genangan air yang menutupi ruas jalan H.R Rasuna Said, Jakarta, Rabu (3/4/2024). Genangan tersebut disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi serta aliran drainase yang meluap sehingga menyebabkam lalu lintas tersendat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ketinggian banjir mencapai 190 sentimeter di Cawang, Jakarta Timur, hingga pukul 22.00 WIB.

 

Baca Juga

"Lima RT di Cawang tercatat memiliki ketinggian air mencapai 160 hingga 190 cm," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/4/2024).

 

Isnawa menuturkan penyebab banjir tersebut lantaran curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung. BPBD DKI mencatat 26 Rukun Tetangga (RT) dan tujuh ruas jalan di wilayah DKI tergenang banjir, yakni 2 RT di Sukabumi Selatan, Jakarta Barat dengan ketinggian 45 cm akibat curah hujan tinggi.

 

Lalu, 13 RT di Jakarta Selatan, yakni dua RT di Cilandak Barat dengan ketinggian 70 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.

Satu RT di Lebak Bulus dengan ketinggian 60 cm yang penyebabnya curah hujan tinggi dan luapan Kali Grogol serta 1 RT di Petogogan dengan ketinggian 70 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.

 

Empat RT di Rawajati dengan ketinggian 30 cm yang penyebabnya curah hujan tinggi dan dua RT di Cilandak Timur dengan ketinggian 175 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.

 

Empat RT di Jati Padang dengan ketinggian 50 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan luapan PHB Serua. Dua RT di Kebagusan dengan ketinggian 60 hingga 160 cm dan satu RT di Ragunan dengan ketinggian 55 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi.

 

Kemudian, tujuh RT di Jakarta Timur, yakni satu RT di Lubang Buaya dengan ketinggian 100 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan luapan Kali Molek. Lalu, satu RT di Baru dengan ketinggian 50 cm yang penyebabnya curah hujan tinggi dan luapan Kali Cijantung.

Selain itu, terdapat tujuh ruas jalan tergenang banjir, yakni Jalan Ciledug Raya, Cipulir, Jakarta Selatan dengan ketinggian 10 cm, Jalan Kemang Utara IX, Duren Tiga (Jakarta Selatan) dengan ketinggian 60 cm.

 

Lalu, Jalan Kemang Utara IX, Bangka (Jakarta Selatan) dengan ketinggian 60 cm. Jalan Raya Mabes Hankam (Titik Kenal Hanura), Bambu Apus (Jakarta Timur) dengan ketinggian 70 cm.

 

Jalan Pengantin Ali (Depan LRT City), Ciracas, Jakarta Timur dengan ketinggian 10 cm dan Jalan Raya Bogor KM 19 (HEK), Kelurahan Kramat Jati (Jakarta Timur) dengan ketinggian 20 cm. Lalu, Jalan Diklat Depsos, Rambutan, Jakarta Timur, dengan ketinggian 100 cm.

Sedangkan, wilayah yang sudah surut, yakni satu RT di Lebak Bulus dan satu RT di Lenteng Agung. Lalu, dua jalan yang sudah surut, yakni Jalan Harun Raya RT 08/07, Sukabumi Utara (Jakarta Barat) dan Jalan Daud Raya RT 06/RW 08, Sukabumi Utara (Jakarta Barat).

"Sebanyak 42 warga Cilandak Timur mengungsi di Mushala Al Makmur dan Pendopo," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement