Selasa 26 Mar 2024 12:43 WIB

Sambut Mudik Lebaran, Penyelenggara Angkutan Laut Perkuat Koordinasi

Angkutan laut merupakan sarana penting dalam mendukung suksesnya mudik Lebaran.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Apel Kesiagaan Pembukaan Posko Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran tahun 2024 di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Foto: Antara
Apel Kesiagaan Pembukaan Posko Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran tahun 2024 di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat koordinasi penyelenggaraan angkutan laut untuk memberikan layanan maksimal bagi masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran 1445 Hijriah. Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Keselamatan dan Konektivitas Perhubungan, Subagiyo, mengatakan angkutan laut merupakan sarana penting dalam mendukung suksesnya mudik Lebaran.

"Saya berharap kita dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang akan menggunakan transportasi laut pada masa Lebaran," kata Subagiyo dalam Apel Kesiagaan Pembukaan Posko Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran tahun 2024 (1445 H) di Terminal Penumpang Nusantara Pura Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dikutip Selasa (26/3/2024).

Baca: Rebut dari Singapura, Layanan Udara di Kepri dan Natuna Kini Dikelola RI

Menurut Subagiyo, selain menjadi solusi menghindari kemacetan di jalur darat, angkutan laut juga merupakan salah satu pilihan transportasi yang banyak diminati oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang hendak mudik ke daerah kepulauan. Namun, mengingatkan jajarannya agar memberikan perhatian khusus dalam menjaga keselamatan kapal, penumpang dan kru kapal.

Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat dilakukan agar mereka mempersiapkan perjalanan dengan baik, seperti membeli tiket secara online dan datang tidak jauh-jauh hari agar tak terjadi penumpukan penumpang di terminal. Subagiyo pun memberikan beberapa instruksi kepada seluruh jajaran agar mempersiapkan angkutan laut yang menjamin keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta kesehatan penumpang, awak kapal, dan petugas pelabuhan.

Pertama, memastikan seluruh armada kapal dalam keadaan laiklaut, diinstruksikan kepada para Kepala Kantor KSOP Utama, Kepala KSOP Khusus Batam, Kepala KSOP Kelas I sampai dengan IV dan Kepala UPP Kelas I sampai dengan III agar melaksanakan uji kelaiklautan kapal (ramp check) terhadap seluruh kapal yang beroperasi di wilayah kerjanya.

Baca: Survei Terbaru: Manuver China Jadi Ancaman Bagi Negara ASEAN

Kedua, meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dan operator serta membentuk Posko Pelayanan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2024 (1445 Hijriyah) sesuai Instruksi Dirjen Perhubungan Laut No: IR-DJPL 2 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2024 (1445 H).

Ketiga, meningkatkan pengawasan terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran khususnya terhadap pengawasan kapasitas penumpang serta berkoordinasi dengan BMKG setempat untuk menyebarluaskan prakiraan cuaca kepada masyarakat maritim untuk mewaspadai terjadinya cuaca buruk.

Keempat, mengoptimalkan potensi armada pada daerahnya masing-masing, terutama ruas dengan jumlah penumpang tertinggi pada arus mudik atau balik. Kelima, memperbaharui informasi terkini jadwal kedatangan atau keberangkatan kapal baik di pelabuhan atau melalui media sosial bagi perusahaan pelayaran.

Keenam, membuat mitigasi potensi risiko dan memperhitungkan kesiapan armada yang akan di gunakan selama kegiatan angkutan laut. Ketujuh, memanfaatkan media sosial dalam mempublikasikan informasi terkait penyelenggaraan angkutan laut Lebaran dengan menugaskan Tim SMRT (Social Media Response Team).

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub, Hendri Ginting menambahkan, apel kesiagaan posko penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2024 untuk memantapkan koordinasi antarinstansi, penyedia jasa dan asosiasi sehingga penyelenggaraan angkutan laut berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement