Sabtu 23 Mar 2024 17:58 WIB

Biden Ucapkan Selamat Pada Prabowo Lewat Telepon

Presiden Biden berjanji untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia

Rep: Lintar Satria/Febrian Fachri/ Red: Friska Yolandha
Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Presiden terpilih Prabowo Subianto.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berbicara dengan presiden terpilih Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui telepon, Jumat (22/3/2024) untuk mengucapkan selamat atas kemenangannya dalam pemilu. Pada 20 Maret lalu Menteri Luar Negeri AS Blinken juga menyampaikan ucapan selamat melalui pernyataan pers.

"Presiden Biden dan Presiden terpilih Prabowo memuji Amerika Serikat dan Indonesia yang merayakan 75 tahun hubungan diplomatik dengan dilandasi nilai-nilai bersama, yaitu demokrasi dan pluralisme," kata Gedung Putih dalam siaran persnya, Sabtu (23/3/2024).

Baca Juga

"Presiden Biden berjanji untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia di bawah Kemitraan Strategis Komprehensif AS-Indonesia dan Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik, serta bekerja sama menuju Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, sejahtera, dan aman," tambah Washington.

Sebelumnya sejumlah kepala negara sudah mengucapkan selamat kepada Prabowo atas kemenangannya dalam pemilihan presiden 2024. Termasuk Kanselir Jerman Olaf Scholz.

"Saya mengucapkan selamat kepada Anda atas keberhasilan Anda dalam pemilihan umum untuk Presiden Republik Indonesia yang akan datang. Indonesia dan Jerman memiliki persahabatan yang panjang dan erat," kata Scholz dalam pernyataan yang dirilis Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Dalam pernyataan tersebut Scholz mengatakan ia menyambut kesempatan untuk mengembangkan kemitraan strategis dua negara lebih lebih dalam menjaga perdamaian dan keamanan berdasarkan hukum internasional, dalam meningkatkan hubungan ekonomi, maupun dalam komitmen bersama  untuk mengatasi krisis iklim.

"Saya mengharapkan segala kekuatan dan keberhasilan bagi Anda dan pemerintahan yang akan datang dalam menjalankan tugas yang diemban," kata Scholz.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement