Rabu 13 Mar 2024 14:08 WIB

Menko PMK: 28 Warga Meninggal Dunia dan 5 Hilang Akibat Banjir dan Longsor Sumbar

Ada 86 ribu lebih jiwa atau 28.925 KK yang terdampak Banjir Sumbar.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Rumah-rumah mengalami kerusakan setelah terkena banjir bandang di Langgai, Sumatera Barat, Ahad (10/3/2024). Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian korban bencana banjir bandang di Langgai, Sumatera Barat. Data sementara, 18 orang meninggal dunia, 5 orang masih dalam pencarian.
Foto: AP Photo
Rumah-rumah mengalami kerusakan setelah terkena banjir bandang di Langgai, Sumatera Barat, Ahad (10/3/2024). Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian korban bencana banjir bandang di Langgai, Sumatera Barat. Data sementara, 18 orang meninggal dunia, 5 orang masih dalam pencarian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, korban tewas akibat bencana alam banjir di Sumatra Barat (Sumbar) kembali bertambah. Berdasarkan data terbaru, korban tewas banjir yang menerjang Sumbar telah mencapai 28 orang.

“Hingga saat ini tercatat 26 orang meninggal dunia. Tadi perkembangan terakhir yang meninggal dunia tambah yaitu 28 orang," ujar Muhadjir dalam konferensi pers di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (13/3/2024).

Selain korban meninggal, Muhadjir mengungkapkan, masih ada lima orang yang hilang setelah diterjang banjir yang terjadi pada Kamis 7 Maret 2024 itu. Sementara korban yang mengalami luka berat ada delapan orang. Sejauh ini ada 86 ribu lebih jiwa atau 28.925 kartu keluarga (KK) yang terdampak.

"Umumnya mereka mengungsi di rumah saudara-saudara. Basarnas masih akan melakukan pencarian terhadap lima orang yang dinyatakan hilang," jelas Muhadjir.

Dia mengungkapkan, akibat bencana hidrometeorologi itu sekitar 1.609 unit rumah rusak ringan dan sedang, 40 unit rumah rusak berat, 24 ribu lebih unit rumah terendam. Lalu, tiga unit rumah hanyut, 54 fasilitas umum terdampak, 21 jembatan terendam, dan satu jembatan rusak berat.

Adapun wilayah terdampak yang pertama adalah Kota Padang. Kemudian, enam kecamatan terdampak banjir, yaitu Kecamatan Lubuk Begalung, Naggalo, Lubuk Kilangan, Koto Tangah, Padang Utara dan Padang Timur. 

Peristiwa longsor terjadi di Lubuk Paraku yang mengakibatkan akses jalan terhambat. Lokasi berikutnya di Kabupaten Pasaman Barat. Di sana, sejumlah jalan terputus karena terendam banjir. Akses jalan Simpang Empat-Talu Kecamatan Talamau, Simpang Empat-Ujung Gading Kecamatan Pasaman, Air Bangis-Ujung Gading Kecamatan Sungai Beremas. 

Selain itu banjir juga sebabkan satu jembatan putus di Kecamatan Balingka dan satu unit rumah hanyut terbawa arus di Kecamatan Ranah Batahan. Kemudian Kabupaten Pesisir Selatan. Banjir juga terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, tepatnya Desa Saurenuk Kecamatan Sipora Selatan. Selain itu tanah longsor melanda Desa Bosua yang juga berada di Kecamatan Sipora Selatan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement