Jumat 08 Mar 2024 14:27 WIB

Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi di DKI Jakarta 8-14 Maret, Masyarakat Diimbau Waspada

Ada potensi curah hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di DKI Jakarta.

Rep: Antara/ Red: Qommarria Rostanti
Awan tebal menyelimuti permukiman dan gedung bertingkat di DKI Jakarta (ilustrasi). BPBD DKI Jakarta megimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem 8 hingga 14 Maret.
Foto: antara
Awan tebal menyelimuti permukiman dan gedung bertingkat di DKI Jakarta (ilustrasi). BPBD DKI Jakarta megimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem 8 hingga 14 Maret.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan warga untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung pada 8 sampai 14 Maret 2024. Imbauan ini dikeluarkan berdasarkan hasil analisis cuaca BMKG.

"Hasil analisis terkini BMKG mengidentifikasi adanya potensi peningkatan curah hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/angin kencang pada periode tersebut di wilayah Jakarta dan sekitarnya," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji kepada wartawan di Jakarta, Jumat (8/3/2024).

Baca Juga

Isnawa mengatakan, cuaca ekstrem ini dipicu oleh aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) serta fenomena Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial yang aktif di wilayah Indonesia. Lebih lanjut, adanya peningkatan kecepatan angin dari Utara Indonesia hingga melintasi ekuator melalui Selat Karimata yang mengindikasikan aktivitas Cross Equatorial Northerly Surge (CENS).

“Potensi pembentukan pusat tekanan rendah di Samudra Hindia Barat Daya sampai Selatan Jawa dan Australia bagian Utara dapat memicu terbentuknya pola pumpunan dan perlambatan angin di Indonesia bagian Selatan,” ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai dan bersiaga mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem. Informasi banjir terkini dapat dipantau melalui situs https://pantaubanjir.jakarta.go.id/peta-banjir-berbasiskan-rt.

“Bila menemukan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi call center Jakarta Siaga 112,” ujarnya.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan terkait dengan kenaikan status Pos Pantau Pintu Air Pasar Ikan menjadi waspada atau siaga 3 pada Kamis dini hari. BPBD DKI Jakarta, dalam laman resminya itu, juga sempat memperingatkan warga sekitar bantaran sungai untuk bersiaga, karena meningkatnya status Pos Pantau Sunter Hulu ke siaga 3 pada Rabu (6/3/2024) sekitar pukul 21.00 WIB. DKI Jakarta termasuk sebagai daerah yang berpotensi masih mengalami dampak intensitas hujan ekstrem seperti banjir selama sepekan ke depan, atau mulai dari tanggal 1 hingga 8 Maret 2024, menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement