Senin 26 Feb 2024 21:00 WIB

Ini Kata Pengamat Mengapa Pilgub DKI Jadi Persaingan Sengit Para Tokoh

Sejumlah nama seperti Ridwan Kamil dan Risma beredar hiasi nama bacagub DKI.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Teguh Firmansyah
Ilustrasi Kampanye Pilgub DKI
Foto: Foto : MgRol_93
Ilustrasi Kampanye Pilgub DKI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai Pilkada DKI Jakarta menarik untuk diperebutkan oleh berbagai tokoh karena dinilai sukses mengantarkan gubernurnya sebagai calon presiden, seperti Jokowi dan Anies Baswedan.

Menurut Arifki, sorotan kamera media nasional setelah Pilpres presiden fokus kepada gubernur DKI Jakarta, sehingga ada yang menilai tidak berhasil menjadi presiden, minimal menjadi Gubernur DKI Jakarta.  

Baca Juga

“Ini saatnya para bakal kandidat untuk memaksimalkan positioning politiknya di DKI Jakarta sebelum memperoleh tiket dari partai politik. Kerja politik Pilkada berbeda dengan Pileg, popularitas dan pertarungan narasi bakal diperhitungkan karena ini menjadi “branding kandidat” di masyarakat, “ kata Arifki, Senin (26/2/2024).

Baru-baru ini, isu Pilkada DKI mulai jadi perbincangan publik karena  baliho bergambar eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) menjadi viral di media sosial. Baliho itu menampilkan foto RK dengan dua pesan tersematkan yang penuh dengan kode keras bahwa RK bakal maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

 

Namun, pada sisi lain, kader Partai NasDem, Ahmad Sahroni, juga mengomentari kesiapannya maju di Pilkada DKI Jakarta dibalik fenomena baliho Ridwan Kamil. 

“Ridwal Kamil juga harus bersaing dengan Ahmad Zaki, Ketua DPD Golkar DKI Jakarta. Apakah strategi baliho Ridwan Kamil tes ombak untuk melihat peluang di DKI Jakarta? Karena meskipun tidak maju di DKI Jakarta, RK masih punya kesempatan besar maju di Pilkada Jawa Barat, “ ujar Arifki. 

Munculnya nama Ridwan Kamil dan Ahmad Sahroni kata Arifki bakal bersaing dengan kandidat PDI-P, Gerindra, dan PKS. Kejutan dari nama-nama yang keluar dari tiga partai ini juga bakal mempengaruhi konstelasi menjelang masuknya Pilkada DKI Jakarta.

Di internal PDI-P, ada nama Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok dan Tri Rismaharini. Sedangkan PKS tentu juga punya ruang, kadernya ada Mardani Ali Sera atau mendorong Anies Baswedan. Anies masih dapat maju karena baru satu periode menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement