Sabtu 24 Feb 2024 00:51 WIB

Polda Jambi Cek Stok Beras, Pastikan Tercukupi untuk Ramadhan

Polda Jambi melakukan pengecekan stok beras di gudang Bulog Provinsi Jambi.

Stok beras (ilustrasi). Kepolisian Daerah (Polda) Jambi ikut memastikan ketersediaan beras tercukupi untuk masyarakat selama Ramadhan.
Foto: Republika/Mardiah
Stok beras (ilustrasi). Kepolisian Daerah (Polda) Jambi ikut memastikan ketersediaan beras tercukupi untuk masyarakat selama Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Kepolisian Daerah (Polda) Jambi ikut memastikan ketersediaan beras tercukupi untuk masyarakat selama Ramadhan. Polda Jambi mengecek stok di Gudang Bulog di daerah setempat.

"Subdit 1 Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi lakukan pengecekan stok beras di gudang Bulog Provinsi Jambi," kata Kabid Humas Polda Jambi Komisaris Besar Polisi Mulia Prianto di Jambi, Jumat (23/2/2024).

Baca Juga

Pengecekan stok beras ini dilakukan guna memastikan ketersediaan beras selama bulan Ramadhan tercukupi untuk masyarakat. Setelah melakukan pengecekan langsung ke gudang beras, Polda Jambi menjamin dengan ketersediaan yang ada maka kebutuhan beras di Jambi aman.

"Dipastikan stok beras tidak akan mengalami kekurangan hingga jangka waktu enam bulan ke depan," kata dia.

Saat ini stok beras cadangan bantuan pemerintah (CBP) di Gudang Bulog Provinsi Jambi, dikatakan dia, sebanyak 6.417 ton, sedangkan stok beras premium tersedia sebanyak 207 ton, dan beras khusus sebanyak 405 ton. "Artinya stok beras selama bulan Ramadhan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya Bulog Jambi juga menjamin ketersediaan beras mencukupi hingga memasuki bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri bahkan pemerintah sudah menjamin sampai lima bulan. Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Jambi Ali Ahmad Najih Amsari menyebutkan untuk komoditas beras yang ada di gudang Bulog Jambi saat ini aman dan terkendali dan bahkan stok ini cukup hingga lima bulan ke depan.

"Stok beras kita cukup untuk tiga bulan ke depan dengan ketahanan stok mencapai tujuh ribu ton lebih dan direncanakan pemasukan sebesar 13 ribu ton sehingga hampir 19 sampai 20 ribu ton ke depan dan bahkan bisa sampai lima bulan mendatang," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement