Senin 12 Feb 2024 17:32 WIB

Zulkifli Hasan Ajak Semua Pihak Jaga Masa Tenang Pemilu 2024

Pemilu 2024 harus berjalan lancar.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.
Foto: Republika/Dessy Suciati Saputri
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengajak semua pihak bersama-sama ikut menjaga masa tenang Pemilu 2024 pada 11-13 Februari 2024 supaya berlangsung dengan baik.

"Saya kira mari hari tenang ini kita jaga betul agar pemilu kita ini berlangsung dengan baik," kata Zulkifli yang juga menteri perdagangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/2/2024).

Baca Juga

Zulkifli mengatakan hal itu untuk menyikapi narasi dugaan kecurangan pemilu yang belakangan muncul di ruang-ruang publik melalui media sosial dan sebagainya.

Semua pasangan calon presiden dan wakil presiden beserta partai-partai politik dan calon legislatif sudah menyampaikan visi dan misi mereka selama tahapan kampanye sesuai waktu yang ditentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

 

Dia pun mengajak semua pihak untuk tidak menyebarkan isu-isu yang dapat membuat resah.

"Saya kira seluruh rakyat Indonesia sudah punya pilihan dan keputusan kan? Kita tunggu saja. Jangan menyebarkan isu macam-macam, curanglah, ini begitulah, ini begitulah, kan jadi membuat orang resah," kata Zulkifli.

Terkait film dokumenter "Dirty Vote" yang menarasikan dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024, Zulkifli mengaku belum menyaksikan film tersebut karena dia sedang sibuk mengurus kebutuhan caleg partai terkait saksi-saksi yang diperlukan saat hari pemungutan suara, 14 Februari 2024.

Sementara itu, terkait narasi dugaan kecurangan Pemilu 2024, Zulkifli menekankan bahwa di era teknologi saat ini kecurangan tidak mungkin terjadi.

"Zaman begini mana bisa curang? Masa zaman begini masih bisa curang itu, bagaimana? Memang masih ada yang rahasia? Yang mau (curang) juga saya kira nggak akan dapat. Semua terbuka, rapat yang paling rahasia pun juga nggak ada rahasia. Terus kalau curang itu bagaimana caranya?" tanya Zulkifli.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement