Kamis 25 Jan 2024 21:10 WIB

Puluhan Penyintas Tanah Longsor di Cibadak Sukabumi Terserang Penyakit

PMI Kabupaten Sukabumi memberikan pelayanan hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Longsor di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi menyebabkan 12 rumah mengalami kerusakan berat, Rabu (24/1/2024).
Foto: Dok Republika
Longsor di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi menyebabkan 12 rumah mengalami kerusakan berat, Rabu (24/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Tim kesehatan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menyebutkan puluhan penyintas bencana tanah longsor di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mulai terserang penyakit.

"Ada 27 penyintas bencana tanah longsor di Kampung Cibatuhilir, RT 01/11, Desa Sekarwangi yang mendiami tenda pengungsian mulai terserang sakit," kata Ketua PMI Kabupaten Sukabumi Hondo Suwito di Sukabumi, Kamis (25/1/2024).

Baca Juga

Menurut Hondo, dari hasil pemeriksaan kesehatan, 27 penyintas tersebut mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi, maag dan myalgia atau nyeri otot yang dikarenakan stres setelah tertimpa bencana tanah longsor pada Rabu (24/1/2024). Mereka juga kehilangan tempat tinggal ditambah harus mengungsi di tenda pengungsian.

Untuk penyintas yang terserang penyakit tersebut, Hondo sudah memberikan obat serta vitamin untuk meringankan sakit yang dialaminya tersebut. Pemeriksaan kesehatan secara gratis ini merupakan bentuk kepedulian PMI yang bekerja sama dengan Dinkes Kabupaten Sukabumi.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, ia bersama Dinkes membuka posko kesehatan yang bisa dimanfaatkan oleh siapapun seperti warga sekitar, petugas penanggulangan bencana atau relawan dan khususnya penyintas yang tinggal di tenda pengungsian.

"Siapa pun yang membutuhkan layanan kesehatan bisa mendatangi posko kesehatan yang berada di sekitar tenda pengungsian. Di posko tersebut kami menyediakan berbagai obat dan vitamin," tambahnya.

Hondo mengatakan layanan kesehatan yang dilakukan lembaga kemanusiaan terbesar di Indonesia ini tidak hanya di posko kesehatan maupun tenda pengungsian saja, tetapi pihaknya telah menginstruksikan kepada tim kesehatan PMI untuk melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi yang menjadi tempat mengungsi penyintas.

Selain layanan kesehatan, ia juga menyiagakan ambulans yang bisa digunakan kapan saja seperti untuk mengevakuasi warga atau penyintas yang membutuhkan penanganan medis di rumah sakit.

Layanan yang diberikan PMI Kabupaten Sukabumi hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Meskipun nantinya status tanggap darurat bencana dicabut, pihaknya akan tetap memberikan pelayanan kepada warga yang terdampak bencana tanah longsor di Kampung Cibatuhilir ini. Berbagai aksi kemanusiaan yang dilakukannya ini bertujuan untuk meringankan penderitaan para korban.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement