Kamis 18 Jan 2024 23:15 WIB

PVMBG Catat 27 Kali Gempa Embusan Terjadi di Gunung Karangetang Sulut

27 kali gempa embusan terjadi di Gunung Karangetang selama periode 1-15 Januari 2024.

 Gunung api Karangetang (ilustrasi).  Sebanyak 27 kali gempa embusan terjadi di Gunung Karangetang selama periode 1-15 Januari 2024. (Antara/Fiqman Sunandar)
Gunung api Karangetang (ilustrasi). Sebanyak 27 kali gempa embusan terjadi di Gunung Karangetang selama periode 1-15 Januari 2024. (Antara/Fiqman Sunandar)

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM merekam sebanyak 27 kali gempa embusan Gunung Karangetang di Sulawesi Utara selama periode 1-15 Januari 2024.

"Terekam juga sebanyak 12 kali gempa hybrid/fase banyak, enam kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa tektonik lokal, satu kali gempa terasa pada skala II MMI dan sebanyak 81 kali gempa tektonik jauh," kata Kepala PVMBG, Hendra Gunawan dalam rilis yang dibagikan Kepala Pos PGA Karangetang, Yudia P Tatipang dalam grup percakapan Info Gunung Karangetang di Manado, Kamis (18/1/2024).

Baca Juga

Saat ini, kata dia, status salah satu gunung api aktif di Sulawesi Utara tersebut berada pada level dua (waspada).

Pada status seperti ini, masyarakat, pengunjung, wisatawan dan pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari kawah utama (selatan) dan kawah dua (utara), serta 2,5 kilometer pada sektor barat daya dan selatan. PVMBG juga mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Karangetang menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Tingkat aktivitas gunung api tersebut akan dievaluasi kembali secara berkala maupun jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas dianggap tetap jika evaluasi berikutnya belum dikeluarkan, dan pemantauan secara intensif tetap dilakukan guna mengevaluasi kegiatan Gunung Karangetang oleh PVMBG. Rekomendasi lainnya, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang.

Masyarakat juga diharapkan tetap tenang, tidak terpancing berita bohong tentang erupsi Gunung Karangetang serta senantiasa mengikuti arahan dari BPBD Provinsi Sulawesi Utara dan BPBD Kabupaten Sitaro. Pemerintah daerah, lanjut dia, senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Karangetang atau PVMBG Bandung.

Dia juga berharap masyarakat maupun BNPB, BPBD Provinsi Sulawesi Utara, BPBD Kabupaten Sitaro, dan instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan tingkat aktivitas maupun rekomendasi Gunung Karangetang setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia. Saat erupsi pada Februari 2023, PVMBG menaikkan status Karangetang menjadi siaga level tiga, statusnya kemudian diturunkan menjadi waspada level dua setelah relatif menunjukkan penurunan aktivitas vulkanik.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement