Senin 15 Jan 2024 22:45 WIB

Komitmen Tegas Saat Jabat Wapres, Mahfud Enggan Buang Reputasi 24 Tahun Karier Politik

Hal itu disampaikan Mahfud saat menjawab salah satu pertanyaan milenial.

Rep: Antara/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Diskusi bertajauk Tabrak Prof! di Seulawah Kopi, Kompleks MMTC Pancing, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Foto: Dok. Tmm
Diskusi bertajauk Tabrak Prof! di Seulawah Kopi, Kompleks MMTC Pancing, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD berkomitmen tetap membawa sikap tegas dan idealis apabila nantinya terpilih menjadi wakil presiden RI mendampingi Ganjar Pranowo tahun 2024-2029.

Hal itu disampaikan Mahfud saat menjawab salah satu pertanyaan milenial dalam acara ‘Tabrak Prof!’ di Seulawah Kopi, Kompleks MMTC Pancing, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Ahad (14/1/2024).

Baca Juga

Pertanyaan itu datang dari Maria Simbolon. Guru sekolah inklusi tersebut bertanya kepada Mahfud apakah akan mempertahankan idelaisme dan ketegasannya dalam memimpin saat menjabat wapres.

“Kami sadar sekali bahwa Prof adalah seorang yang idealis. Tapi apa sikap idealis ini akan tetap Prof bawakan saat Prof menjabat nanti? Kami bosan Prof dengan politisi yang berjanji tapi melempem dan membisu ketika menjabat, Prof!” tegas Maria yang bertanya.

Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu pun menjawab pertanyaan Maria dengan lugas. Mahfud tegas akan membawa sikap yang sudah dia terapkan sepanjang 24 tahun karier politik.

“Apakah saya akan tetap tegas dan idealis? Iya dong. Saya berkarier di politik sejak awal reformasi, sekarang sudah 24 tahun. Mungkin ini adalah tahun saya yang terakhir, menurut saya yang terakhir kalau Tuhan mengizinkan 5 tahun lagi,” kata Mahfud.

Mahfud mengatakan, 24 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Sebab itu Menkopolhukam ini berkomitmen takkan membuang reputasi karier politiknya untuk jabatan yang diemban selama 5 tahun.

“Saya tidak akan membuang reputasi saya selama 24 tahun ke belakang lalu akan mengubah diri 5 tahun ke depan,” tegas Mahfud.

Di samping membuang sikap idealisme dan ketegasannya, Mahfud justru ingin karakter tersebut semakin kuat. Sehingga pemerintahannya bisa semakin bersih dan antikorupsi.

“Justru saya akan semakin tegas dan membuat jaringan-jaringan agar ketegasan itu akan menular ke birokrasi di mana saya memimpin. Itu saja sebenarnya,” kata pria kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur (Jatim) tersebut. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement