Kamis 11 Jan 2024 07:30 WIB

Megawati Janji Jika Di-bully Selama Kampanye, Sudah Siapkan Pengacara

Saya sudah janji kalau dalam kampanye ini saya di-bully-bully, saya punya pengacara.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Erik Purnama Putra
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri usai menyampaikan pidato politik saat perayaan HUT Ke -51 PDIP di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan Rabu (10/1/2024).
Foto: Republika/Prayogi
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri usai menyampaikan pidato politik saat perayaan HUT Ke -51 PDIP di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan Rabu (10/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri meminta agar dirinya tak dirundung atau di-bully dalam tahapan kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Megawati pun mewanti-wanti, siapan pun yang merundungnya bakal berhadapan dengan pengacara.

"Jangan macam-macam, jangan saya di-bully. Kalau kali ini, saya sudah janji kalau dalam kampanye ini saya di-bully-bully, saya sudah punya pengacara-pengacara," ujar Megawati dalam sambutannya di perayaan HUT ke-51 PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2024).

Baca Juga

Megawati tak menjelaskan lebih lanjut maksud pernyataannya tersebut. Namun, ia sudah berjanji tak akan membiarkan terjadinya aksi perundungan kepadanya. "Saya bukan nakutin, itu kata kebenaran saya," ujar Megawati.

Dalam pidato HUT ke-51PDIP, ia menjelaskan, rakyat merupakan pemilik kedaulatan tertinggi dalam Pemilu 2024. Meski begitu, Megawati melihat adanya kegelisahan dari rakyat yang diintimidasi oleh oknum aparatur negara.

Dia berkaca terhadap kasus seorang Kktua RT di Jawa Tengah yang diintimidasi oleh aparat. Menurut Megawati, kasus tersebut menunjukkan adanya aparatur negara yang tak menjalankan kewajibannya dengan baik.

"Emangnya rakyat mau kamu pentungin haahh? Penjajah boleh kamu tembak, tapi kalau rakyat no, no, no," tegas Megawati.

"Ingat loh, ini saya masukkan message saya dan pasti harus tahu siapa yang melakukan hal-hal seperti itu. Ini adalah negara merdeka dan berdaulat, tidak ada sebagian yang merasa berkuasa, kekuasaan itu berada di tangan rakyat," ucap Megawati.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement