Senin 08 Jan 2024 11:10 WIB

Gempol Kini Merintis Jalan Menjadi Desa Wisata

Pengunjung akan diajak melihat hutan yang dengan satwanya yang hidup bebas.

Pelayan menyiapkan teh gula aren untuk pengunjung di Waroeng Jadoel, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (6/10/2023). Waroeng Jadoel merupakan salah satu tempat kuliner khas karena warung makan pertama yang didirikan di Temanggung. Usia warung ini lebih dari 200 tahun, dan sudah dikelola oleh keturunan ke tiga. Berbagai makanan tradisional tersedia di sini, serta toples kaca yang khas jaman dulu masih digunakan untuk menyajikan camilan. Uniknya warung ini buka 24 jam dan tutup hanya saat Lebaran.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pelayan menyiapkan teh gula aren untuk pengunjung di Waroeng Jadoel, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (6/10/2023). Waroeng Jadoel merupakan salah satu tempat kuliner khas karena warung makan pertama yang didirikan di Temanggung. Usia warung ini lebih dari 200 tahun, dan sudah dikelola oleh keturunan ke tiga. Berbagai makanan tradisional tersedia di sini, serta toples kaca yang khas jaman dulu masih digunakan untuk menyajikan camilan. Uniknya warung ini buka 24 jam dan tutup hanya saat Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Desa Gunung Gempol di Jumo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dirintis menjadi desa wisata karena memiliki keunikan di kawasan tersebut. Kepala Bidang Pariwisata Kabupaten Temanggung Arbai Nur M, di Temanggung, Senin (8/1/2024), menuturkan pihaknya pada 2023 telah mendapat bantuan Rp 50 juta untuk pembuatan toilet dan dapur.

Ia menyampaikan, Desa Gunung Gempol ini baru dirintis untuk jadi desa wisata yang unik yang berbeda dengan yang lain karena desa ini nanti keunikannya dia lebih ke ekowisatanya. "Jadi lebih ke konservasi alam, nanti pengunjung diajak untuk benar-benar bisa melihat hutan yang dengan satwanya yang hidup bebas," katanya.

Baca Juga

Menurut dia, beberapa pengunjung dari luar daerah, terutama fotografer, banyak yang tertarik dengan konsep ini karena mereka ingin mengabadikan satwa-satwa kawasan tersebut. "Keunikan inilah kita tangkap untuk dijadikan desa wisata karena unik, belum ada di Temanggung. Unik karena nanti wisatawan benar-benar akan melihat sebuah suasana desa yang masih alami di Desa Gunung Gempol, Kecamatan Jumo," katanya.

Ia menyampaikan melepas burung di situ sudah biasa, memang ada satwa di situ hidup secara alami, jadi hal itu menjadi keunikan. bahkan dari beberapa pemerhati atau praktisi lingkungan banyak yang datang secara rutin untuk mengabadikan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung Hendra Sumaryana menyampaikan Desa Gungung Gempol itu merupakan desa yang terpilih secara nasional terkait dengan lingkungan hidup. "Waktu saya di Dinas Lingkungan Hidup memang di sana ada embrio secara rutin melepas burung di alam, kemudian ada penangkar burung secara alam," katanya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement