Senin 25 Dec 2023 23:59 WIB

Penumpang Diprediksi Naik 100 Persen, Terminal Mandala Lebak Siapkan 100 Bus

Terminal Mandala Lebak menyiap 100 bus AKAP dan AKDP.

Penumpang di Terminal Mandala Lebak. (ilustrasi). Terminal Mandala Lebak, Banten, menyiapkan sebanyak 100 bus Angkutan Kendaraan Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP).
Foto: Dok Polres Lebak
Penumpang di Terminal Mandala Lebak. (ilustrasi). Terminal Mandala Lebak, Banten, menyiapkan sebanyak 100 bus Angkutan Kendaraan Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP).

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Terminal Mandala Lebak, Banten, menyiapkan sebanyak 100 bus Angkutan Kendaraan Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). Pengadaan bus ini untuk melayani liburan Tahun Baru 2024.

"Kami berharap liburan Tahun Baru arus lalu lintas berjalan lancar dan penumpang selamat sampai tujuan," kata Kepala Terminal Mandala Lebak Muksin di Lebak, Senin (25/12/2023).

Pelayanan angkutan liburan Tahun Baru diutamakan keselamatan dan penumpang merasa nyaman, aman, serta lancar. Kebanyakan penumpang tersebut dari wilayah DKI Jakarta dan sejumlah daerah di Jawa Barat untuk mengunjungi obyek wisata di wilayah Kabupaten Lebak berdasarkan pengalaman tahun lalu.

Saat ini, kata dia, Terminal Mandala Lebak menyiapkan 100 armada bus AKAP dengan melayani enam trayek antara lain jurusan Rangkasbitung -Bogor - Kalideres - Tanjung Priok - Cikarang - Bandung-Garut. Selain itu juga bus AKDP melayani trayek Rangkasbitung - Serang - Tangerang - Serang - Pandeglang - Merak - Bayah - Wanasalam - Labuan.

Diperkirakan penumpang pada liburan Tahun Baru terjadi peningkatan 100 persen atau 600 orang dari sebelumnya tahun 2022 sebanyak 300 orang. Karena itu, pihaknya minta delapan perusahaan otobus yang ada di Terminal Mandala antara lain Bus Rudi, Batur Salembur, Kurnia Bakti, Bulan Jaya, Iklas, Damri, Primajasa dan Komara dapat memberikan pelayanan terbaik.

"Kami mengapresiasi setelah dilakukan pemeriksaan kendaraan bus cukup laik beroperasi menjelang liburan Tahun Baru," kata Muksin.

Menurut dia, pihaknya kini mengoptimalkan sosialisasi agar pengemudi mengutamakan keselamatan penumpang dan selamat sampai tujuan. Kegiatan sosialisasi itu untuk menekan kasus kecelakaan lalu lintas selama liburan Tahun Baru.

Selain itu juga mereka pengemudi bus sebelum melakukan perjalanan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan. "Kami merekomendasikan jika kondisi sopir sehat maka bisa beroperasi melayani angkutan liburan Tahun Baru," katanya menjelaskan.

Sumardi (40) seorang sopir bus mengatakan pihaknya sampai saat ini belum terlihat lonjakan penumpang liburan Tahun Baru baik keberangkatan maupun kedatangan. Bahkan, dirinya dari Tanjung Priok ke Rangkasbitung membawa penumpang 30 orang, kata Sumardi dengan trayek Rangkasbitung - Tanjung Priok.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement