Senin 11 Dec 2023 23:05 WIB

Penglipuran Festival Usung 'Bamboo Paradise'

Desa Penglipuran selalu berkomitmen dalam hal konservasi lingkungan.

Desa Penglipuran, salah satu desa terbersih di dunia terletak di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.
Foto: Republika/Mutia Ramadhani
Desa Penglipuran, salah satu desa terbersih di dunia terletak di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGLI -- Penglipuran Village Festival X Tahun 2023 mengusung tema Bamboo Paradise Green Investment For Future Generation yang memiliki makna bahwa bambu dianggap sebagai sumber ketenangan dan kedamaian.

"Tema ini sangat relevan dengan kondisi Desa Penglipuran yang selalu berkomitmen dalam hal konservasi lingkungan yang merujuk pada konsep Tri Hita Karana," kata Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, dalam siaran pers di Bangli, Bali, Senin (11/12/2023).

Baca Juga

Nyoman Sedana menegaskan, Penglipuran Village Festival merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang menjadi kegiatan unggulan kabupaten dan telah dilaksanakan setiap tahun. Penglipuran Village Festival ini selalu melibatkan masyarakat lokal yang berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan pariwisata, baik pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan media.

Pihaknya berharap kegiatan ini mampu mempengaruhi waktu tinggal turis dan belanja para wisatawan yang datang ke Kabupaten Bangli, khususnya ke Desa Wisata Penglipuran.

Kelian Adat Penglipuran, I Wayana Budiarta, dalam laporannya menyampaikan, Penglipuran Village Festival X Tahun 2023 dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 7- 9 Desember 2023 bertempat di dua titik di Desa Wisata Penglipuran yaitu Hutan Bambu dan Lapangan Penglipuran yang diisi dengan berbagai kegiatan seperti pameran, lomba-lomba, seni pertunjukan, megibung, fun and fit sumba, dan We Care Penglipuran.

Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan Visi dan Misi Desa Wisata Penglipuran, "Desa Wisata Berbasis Masyarakat, Berbudaya dan Berwawasan Lingkungan", yang memiliki tujuan sebagai sarana promosi Desa Wisata Penglipuran, pemberdayaan potensi-potensi yang dimiliki oleh masyarakat di Wisata Penglipuran pada khususnya ataupun di Bali pada umumnya. Dan, melestarikan seni budaya dan lingkungan.

Festival ini dihadiri pula oleh Haryanto selaku Deputi Bidang Pengembangan Destinasi & Infrastruktur Kemenparekraf, Komisaris PT Pelabuhan Indonesia, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Kelian Adat Desa Penglipuran , dan disaksikan oleh para undangan serta masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement