Sabtu 09 Dec 2023 14:43 WIB

Waketum Nasdem Bela Materi Stand up Komika Aulia Rakhman

Waketum Nasdem Ahmad Ali membela materi stand up Komika Aulia Rakhman.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Bilal Ramadhan
Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali. Waketum Nasdem Ahmad Ali membela materi stand up Aulia Rakhman.
Foto: Republika/Eva Rianti
Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali. Waketum Nasdem Ahmad Ali membela materi stand up Aulia Rakhman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali merespons Komika asal Lampung Aulia Rakhman yang dilaporkan ke polisi. Materi yang digunakan Aulia saat mengisi “stand up” komedi pada acara “Desak Anies” dinilai melecehkan Nabi Muhammad SAW.

Ahmad menyampaikan semua orang tua ingin memberi nama terbaik bagi anaknya. Tapi Ahmad mengamati tak semua orang yang menggunakan nama baik juga berperilaku baik. Sehingga menurut Achmad, materi Aulia didasarkan pada fakta di masyarakat.

Baca Juga

"Dalam perjalanannya ada banyak kita temukan makna nama orang itu tidak sesuai dengan perbuatannya. Sehingga yang disebut komika tersebut dalam konteks faktualnya ya kita temukan hal seperti itu. Ada Mathius yang dipenjara, ada Ibrahim dipenjara, Achmad. Terus kemudian apakah fakta-fakta itu kita bantah? Menurut saya fakta itu nyata adanya," kata Ahmad kepada Republika, Sabtu (9/12/2023).

Ahmad mencontohkan dirinya memberi nama yang baik kepada anak-anaknya. Salah satunya bernama Muhammad Fakhri Fadlurrahman. Nama tersebut merupakan harapannya kepada si anak.

 

"Pasti ada makna dan harapan sebagai orangtua kepada anaknya, paling tidak menjadi orang berguna mengikuti jejak perjalanan nabi. Itu harapan saya sebagai orangtua," ujar Ahmad.

Namun menurut Ahmad pemberian nama Muhammad tak menjamin perbuatan seseorang akan serupa dengan Nabi Muhammad. "Dalam perjalananya tidak semua harapan terpenuhi, tidak semua keinginan kita begitu," ucap Ahmad.

Oleh karena itu, Ahmad berharap masyarakat mencermati lagi maksud materi Aulia. Ahmad pun menegaskan materi Aulia tak ditujukan langsung kepada nabi Muhammad, melainkan kepada orang bernama Muhammad tapi perbuatannya tak mencerminkan nabi Muhammad.

"Tidak satu pun maksud itu menyebutkan kepribadian Rasulullah. Lebih pada kritik sosial, kamu menyandang nama mulia harusnya kelakuan kamu mulia juga gitu loh," ucap Ahmad.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah Astutik membenarkan adanya laporan dari masyarakat terkait dengan materi Komika asal Lampung Aulia Rakhman. Namun, dia tidak menyebutkan nama elemen masyarakat sebagai pelapor. Adapun pelaporan ini diarahkan kepada tim Gakkumdu Provinsi Lampung karena terjadi di masa kampanye.

Video Komika Aulia Rakhman tersebut sempat beredar di media sosial pasca mengisi materi pada event selingan acara Desak Anies. Aulia tampil memang sebelum kedatangan Anies Baswedan di kafe tersebut. Penampilan Aulia Rakhman ini disanksi masyarakat langsung terutama kalangan milenial.

Ia mencontohkan namanya sendiri Aulia. Menurut dia, nama Aulia itu bagus seorang pemimpin, sahabat, orang yang dicintai. Namun, selama ini arti nama tidak begitu penting.

“Sekarang ini apa arti nama, kayak penting aja. Coba elo cek penjara, ada berapa nama yang namanya Muhammad. Kayak penting aja nama Muhammad sekarang, sudah dipenjara semua,” kata Komika Aulia Rakhman dalam materi stand up di sebuah kafe di Bandar Lampung, Kamis (7/12/2023).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement