Kamis 07 Dec 2023 13:39 WIB

Butet Mengaku Diintimidasi, Pengamat Politik: Silakan Berpolitik, Jangan Memprovokasi

PT Kayan Production membantah ada intimidasi polisi saat agenda itu berlangsung.

Seniman Butet Kertaradjasa mejawab pertanyaan awak media saat jumpa pers pementasan teater berlakon
Foto: Antara/Didik Suhartono
Seniman Butet Kertaradjasa mejawab pertanyaan awak media saat jumpa pers pementasan teater berlakon

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, menyarankan seniman Butet Kartaredjasa tidak melakukan provokasi dan memojokkan pihak tertentu dalam aktivitas berkesenian dan kebudayaan. Menurut Ujang, dugaan intimidasi dalam pementasan 'Musuh Bebuyutan" di Taman Ismail Marzuki pada Jumat (1/12/2023) sudah dibantah dan tak ada intimidasi.

"Dalam konteks tertentu seniman silakan berpolitik, setiap individu memiliki hak berpolitik. Tapi, tidak boleh memprovokasi atau menyudutkan pihak tertentu," kata Ujang dalam keterangan, Rabu (6/12/2023).

Baca Juga

Ujang menegaskan, proses perizinan yang dilakukan penyelenggara pentas teater, PT Kayan Production, merupakan hal yang lazim dilakukan. Menurut dia, hal ini bukan bagian dari keberpihakan atau intervensi kelompok tertentu.

Terbukti, kata Ujang, pementasan teater yang dilakoni Butet Kartaredjasa berjalan tanpa hambatan dan gangguan. "Kejadian seperti itu, jangan sampai terulang. Seniman punya hak berpolitik, punya hak menyampaikan sikap dan ekspresi. Tapi, harus berjiwa negarawan. Gunakan politik keadaban, politik jalan tengah yang bisa mencerahkan, jangan melakukan provokasi yang membuat stabilitas menjadi runyam," ujar Dosen Universitas Al Azhar Indonesia ini.

 

Sebelumnya, seniman Butet Kartaredjasa dan penulis naskah teater Agus Noor mengaku mendapat intimidasi dari kepolisian saat menggelar pertunjukan di TIM Jakarta, Jumat (1/12/2023). "Bukan pelarangan, melainkan intimidasi," kata Butet, Selasa (5/12/2023).

Penyelenggara pentas teater, PT Kayan Production membantah ada intimidasi polisi saat agenda itu berlangsung. Mereka menegaskan tidak ada intervensi dari manapun terkait pementasan teater yang dilakoni Butet Kartaredjasa itu.

"Hanya mau menyampaikan, saya memang melakukan pengurusan terkait surat-surat perizinan ke kepolisian. Tidak ada intimidasi dalam penandatanganan surat tersebut,” kata Sekretariat PT Kayan Production, Indah, dalam keterangan tertulis, Selasa (5/12/2023).

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, pihak kepolisian selalu melakukan pengamanan dalam setiap acara pentas budaya di TIM. Termasuk, acara yang melibatkan calon presiden dan calon wakil presiden.

"Kegiatan-kegiatan masyarakat di wilayah Jakarta Pusat, baik itu berupa seni budaya dan sebagainya, tentunya kami harus menjamin kegiatan tersebut berlangsung dengan aman,” ujar dia.

Susatyo juga memastikan, pihaknya tidak mencampuri setiap aktor maupun materi acara. "Personel yang dikerahkan untuk pengamanan hanya berkoordinasi dengan penyelenggara acara terkait izin, dengan satpam terkait pengamanan dan pengaturan lalu lintas jika diperlukan," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement